Bisnis

Featured

Selamat datang di Komunitas Bisnis Surabaya !

Disini tempat mangkalnya para pengusaha atau pebisnis bagi-bagi pengalaman, informasi, inspirasi, motivasi atau cari partner kerja sama. Yuk gabung !
Jl. Ngagel Tirto V/15 Surabaya 60245

Apakah BISNIS itu ?

Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi dan memuaskan kebutuhan dari masyarakat.

Pengertian Bisnis 
Bisnis merupakan seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk mempertahankan dan memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.

Peranan bisnis sangatlah penting dalam kehidupan masyarakat, karena melalui kegiatan bisnis suatu perusahaan akan dapat memenuhi setiap kebutuhan (needs) keinginan (wants) dari masyarakat konsumen yang beraneka ragam, sehingga konsumen merasa terpuaskan (customer satisfactions).

Setiap perusahaan yang berkinerja baik dan mampu memberikan layanan yang
memuaskan konsumen maka dipastikan akan memperoleh ‘profit’ atau keuntungan dan usahanya akan terus berkembang dengan pesat ‘going concern’

Fungsi dasar Bisnis

  1. Fungsi dasar Bisnis antara lain meliputi :
  2. Acquiring of raw material
  3. Manufactoring of raw material
  4. Distributing Product to Consumers
  5. Mencari dan menemukan sumber bahan baku
  6. Mengolah bahan baku menjadi produk jadi
  7. Menyalurkan produk jadi ketangan konsumen

Bisnis = Perusahaan
Mengacu pada pendapat Raymond E Glosh (2001), Perusahaan dapat didefinisikan sebagai organisasi yang memproses perubahan keahlian dan sumber daya ekonomi menjadi barang dan jasa bagi pemuasan kebutuhan konsumen, serta diharapkan akan memperoleh laba bagi pemiliknya.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsep perusahaan merupakan bagian dari konsep bisnis, namun demikian dalam pembahasan selanjutnya istilah ‘bisnis’ akan lebih sering dipergunakan dari pada ‘perusahaan’.

Konsep Lingkungan Bisnis
Adalah sekumpulan faktor2 tertentu yang akan mempengaruhi arah kebijakan dari suatu perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya.
Faktor2 tersebut meliputi lingkungan eksternal yang dibagi dalam lingkungan jauh (makro) yaitu : Politik, Ekonomi, Sosbud dan teknologi, dan lingkungan industri, serta lingkungan internal yaitu meliputi aspek-aspek dan kebijakan internal didalam lingkungan perusahaan.

Lingkungan Jauh (Makro)
Lingkungan jauh (makro) terdiri dari faktor-faktor yang pada dasarnya berada jauh diluar kendali perusahaan (bersifat : uncontrolable).

Faktor makro yang biasanya menjadi titik perhatian perusahaan anatra lain : faktor Politik, Hukum, Ekonomi (kebijakan fiskal & moneter), Sosial Budaya dan Teknologi.

Lingkungan makro ini selain memberikan kesempatan dan peluang bagi perusahaan untuk maju dan mengembangkan bisnisnya, sekaligus juga dapat menjadi hambatan dan ancaman yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu perusahaan.

Faktor Politik (Lingkungan makro) 
Bagi para pengusaha, arah, kebijakan dan stabilitas politik menjadi faktor penting dalam berusaha. Situasi politik yang tidak kondusif akan berdampak negatif bagi dunia usaha, begitu pula sebaliknya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan faktor politik anatar lain :

  1. Stabilitas nasional : hankamnas, makar, sparatis.
  2. Jaminan keamanan (travel warning etc)
  3. Pemerintahan yang legitimate & demokratis
  4. Good Corporate Governance
  5. Kepastian Hukum & Undang-undang, HAM dll.

Faktor Ekonomi (Lingkungan Makro)
Kondisi perekonomian disuatu negara/daerah secara langsung dapat mempengaruhi iklim bisnis dari perusahaan. Semakin buruk kondisi ekonomi, maka akan semakin buruk pula iklim bisnisnya.

Beberapa faktor penting terkait dengan kondisi ekonomi disuatu negara/daerah antara lain:

  1. GNP, GDP dan Pendapatan Perkapita
  2. Tingkat Inflasi, Suku Bunga
  3. Investasi (PMA & PMDN)
  4. Harga produk & Jasa
  5. Ketersediaan Energi dan sarana prasarana lainnya

Pasar tenaga kerja 
Faktor Sosial (Lingkungan Makro) 
Kondisi sosial masyarakat memang bersifat dinamis dan selalu berubah dari masa ke masa, oleh karena itu perusahaan senantiasa dituntut mampu mengantisipasi perubahan kultur sosial masyarakat.

Kondisi sosial ini banyak sekali aspeknya misalnya sikap, gaya hidup, adat-istiadat, kultural, ekologis, demografis, religius, pendidikan maupun etnis tertentu.

Perubahan kondisi sosial biasanya terkait dengan perubahan sikap dan gaya hidup (life style) akibat peningkatan income, perubahan strata sosial maupun ekses dari perkembangan teknologi.

Faktor Teknologi (Lingkungan Makro)
Setiap perusahaan yang ingin tetap eksis dan berkembang bisnisnya, maka harus selalu mengikuti trend perkembangan teknologi terkini, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan dapat selalu uptodate sesuai dengan keinginan konsumen.

Perusahaan harus bersifat responsive, aktif, kreatif terhadap setiap perkembangan inovasi teknologi baru. (lihatlah ketatnya persaingan teknologi di industri automotif dan ponsel)

LINGKUNGAN INDUSTRI
Lingkungan industri lebih mengarah pada persaingan diantara suatu perusahaan penghasil produk yang sejenis dalam suatu area wilayah tertentu, Misal lingkungan industri otomotif untuk produsen motor di Indonesia adalah : Honda, Yamaha, Suzuki, Kawazaki, Kymko, Bajaj, dll.

Ada 6 (enam) variabel yang berpengaruh terhadap strategi bersaing dalam suatu lingkungan industri tertentu, yaitu :

  1. Hambatan Memasuki Pasar (Barier to Entry)
  2. Kekuatan Tawar (Bargaining Power) Pembeli
  3. Kekuatan Tawar (Bargaining Power) Pemasok
  4. Ketersediaan Produk Substitusi
  5. Persaingan Sesama Perusahaan Dalam Industri
  6. Pengaruh kekuatan Stake Holder
  7. Hambatan Memasuki Pasar (barier to Entry)

Masuknya perusahaan pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan lama yang telah ada, misalnya terjadi perebutan pangsa pasar, sumber daya yang terbatas dsb.

Ada beberapa faktor dan cara yang dapat dipakai untuk dapat menghambat masuknya pendatang baru kedallam suatu industri tertentu (barier to entry) antara lain :

  1. Skala ekonomi & Kecukupan Modal
  2. Diferensiasi Produk
  3. Peraturan Pemerintah
  4. Akses ke Pemasok & Saluran Distribusi

Kekuatan Tawar Pembeli 
Pembeli (buyers) mampu mempengaruhi produsen untuk memotong harga produk tertentu, meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan serta mengadu perusahaan dengan kompetitor melalui berbagai keunggulan masing-masing.

Bagaimana hal ini bisa terjadi ?  
Jika pembeli membeli dalam jumlah yang besar
Sifat produk umum, banyak pemasok mudah mencari substitusinya

Kekuatan Tawar Pemasok (Bargaining Power Supplier)
Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka untuk menaikkan harga bahan baku atau penurunan kualitas produk/jasa.

Pemasok akan kuat apabila :

  1. Jumlah pemasok sedikit
  2. Produk bahan baku & jasanya bersifat specifik
  3. Tidak tersedia produk substitusi
  4. Pemasok memiliki kemampuan untuk mengolah produk seperti yang dilakukan perusahaan/produsen
  5. Ketersediaan Produk Substitusi

Perusahaan dalam suatu indsutri tertentu bersaing pula dengan munculnya produk substitusi atau pengganti yang juga beredar dipasaran, sebab meskipun karakteristiknya berbeda barang substitusi mampu memberikan fungsi, manfaat atau jasa yang serupa bagi
konsumen.

Konsumen yang realistis akan berpedoman pada prinsip : tiada rotan akarpun jadi.

Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri Sejenis
Kondisi Pasar Persaingan dalam Industri, Misal : Monopolistic, Oligopoly, Pasar Persaingan Sempurna, akan sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan.

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat persaingan bisnis antara lain :

  • Karakteristik jenis dari masing-masing produk (special/unique, convenience, complementer, consumptions),
  • Jumlah kompetitor dan tingkat pertumbuhan industri.

Pengaruh Stake Holder 
Stake holder yang dimaksud disini adalah pihak diluar perusahaan yang secara langsung mempunyai pengaruh dan kepentingan terhadap perusahaan tersebut, misalnya : pemerintah, serikat pekerja, kreditor, pemasok, asosiasi, para pemegang saham, lingkungan masyarakat, dll.

Bisnis Koperasi

  1. Koperasi

Koperasi konsumen di Inggris membentuk pergerakan koperasi internasional yang pertama

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.
Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Prinsip koperasi
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.[3] Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah :

  1. Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
  2. Pengelolaan yang demokratis,
  3. Partisipasi anggota dalam ekonomi,
  4. Kebebasan dan otonomi,
  5. Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.

Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
  3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  5. Kemandirian
  6. Pendidikan perkoperasian
  7. Kerjasama antar koperasi

Bentuk dan Jenis Koperasi

Jenis Koperasi menurut fungsinya.

Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.

Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.

Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.

Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.

Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).

Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja :

Koperasi Primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.

Koperasi Sekunder
Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :

Koperasi Pusat – adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer

Gabungan Koperasi – adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat

Induk Koperasi – adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi

Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya :

Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen barang/jasa dan memiliki rumah tangga usaha.

Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar.

Kedudukan anggota di dalam koperasi dapat berada dalam salah satu status atau keduanya. Dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya berkaitan erat dengan pengelompokan koperasi menurut fungsinya.

Keunggulan koperasi
Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif dari perusahaan lain cukup besar mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan antara lain pada skala ekonomi, aktivitas yang nyata, faktor-faktor precuniary, dan lain-lain.

Kewirausahaan koperasi
Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif, dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi, dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama.

Dari definisi tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif.

Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari, menemukan, dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.[5] Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota, manajer birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis, yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi.

Pengurus
Pengurus koperasi dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota.
Ada kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh anggota Pengurus dari kalangan anggota sendiri.
Hal demikian umpamanya terjadi jika calon-calon yang berasal dari kalangan-kalangan anggota sendiri tidak memiliki kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin koperasi yang bersangkutan, sedangkan ternyata bahwa yang dapat memenuhi syarat-syarat ialah mereka yang bukan anggota atau belum anggota koperasi (mungkin sudah turut dilayani oleh koperasi akan tetapi resminya belum meminta menjadi anggota).

Koperasi di Indonesia
Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.

Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).

Sejarah koperasi di Indonesia
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman.

Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan,

Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi.

Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa, rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI).Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.

Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:

  1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
  2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
  3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.

Mengantisipasi perkembangan koperasi yang sudah mulai memasyarakat, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra.

Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.

Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.

Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra. Diskriminasi pun diberlakukan pada tataran kehidupan berkoperasi.

Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 194, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya (Bandung sebagai ibukota provinsi sedang diduduki oleh tentara Belanda)
.
Fungsi dan peran koperasi Indonesia

Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Koperasi berlandaskan hukum
Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967 adalah Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan. Kinerja koperasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi harus bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha (perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak.

Contoh Bisnis Proses Sistem Informasi Koperasi Simpan Pinjam :

Simpanan Koperasi

  1. Anggota wajib membayar dua jenis simpanan yakin simpanan pokok dan simpanan wajib, dimana simpanan ini akan dibayar setiap awal bulan.
  2. Disampin dua simpanan diatas anggota juga membayar biaya lain seperti : suka duka, arisan dan konsumsi, biaya ini juga di bayar setiap pertemuan (bisa awal bulan atau akhir bulan) sesuai dengan kondisi.
  3. Namun point nomor 2 diatas tidak termasuk simpanan anggota.

Pinjaman Koperasi

  1. Setiap individu yang akan meminjam harus terlebih dahulu menjadi anggota koperasi dengan syarat point nomor 1 pada penjelasan simpanan.
  2. Untuk besar pinjaman tidak terikat oleh saldo dari simpanan anggota, artinya anggota dapat meminjam uang sebesar apapun jika di setujui oleh pihak yang berwenang (yang mempunyai otoritas).
  3. Jangka waktu pinjaman sebenarnya (10 – 20 bulan) hanya saja dibuat flexible, bisa kurang dan bisa lebih dari waktu pinjaman normal.
  4. Untuk pelunasan dari pinjaman boleh kurang dari jangka waktu pinjaman, misalnya : jangka waktu pinjaman normanya adalah 10 bulan, tetapi anggota bisa melunasinya ketika angsuran pinjaman sampai dengan 7 / 8 kali.
  5. Bunga pinjaman diambil sebesar 1 % (satu persen) dari jumlah pinjaman awal, misalnya : pinjaman awal adalah Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) dengan jangka waktu 10 bulan, sehingga bunga yang akan di bayar adalah sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dikali dengan jangka waktu pinjaman.
  6. Biaya administrasi langsung dipotong sebesar 1 % (satu persen) dari jumlah pinjaman, sehingga anggota hanya menerima uang pinjaman setelah dikurangi biaya administrasi, misalnya : pinjaman sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah), sehingga biaya administrasinya Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), uang yang diterima anggota sebesar Rp. 4.950.000 (empat juta Sembilan ratus lima puluh ribu rupiah).
  7. Bunga dan Biaya administrasi pinjaman akan di hitung sebagai pendapatan dan akan di rekap setiap bulan.
  8. SHU (Sisa Hasil Usaha) di dapatkan dari bunga dan administrasi setelah di rekap selama satu tahun dan hasilnya akan di bagi rata berdasarkan jumlah anggota.

Laporan
Ada beberapa report yang diugnakan untuk menganalisa data, antara lain sebagai berikut :

  1. Laporan Piutang anggota, report ini berfungsi untuk menunjukkan piutang yang dimiliki oleh koperasi kepada anggota, baik piutang detail maupun akumlasi dari seluruh piutang anggota.
  2. Laporan Sisa Hasil Usaha (SHU), report ini berfungsi untuk menampilkan SHU tiap tahun yang di split setiap bulannya.
  3. Laporan Buku Besar, report ini berfungsi untuk melihat pendapatan dan pengeluaran yang di group berdasarkan anggota, dan diampil per periode.

Koperasi merupakan soko guru perekonomian masyarakat, memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dalam mengembangkan dan meningkatkan potensi dan kemampuan ekonomi anggotanya. Dibutuhkan kemampuan manajerial yang unggul dalam mengelola seluruh sumber daya dan potensi agar tujuan kesejahteraan bersama benar-benar terwujud.

Proses bisnis yang dilakukan koperasi perlu dikelola dengan baik dengan memanfaatkan keunggulan teknologi informasi untuk mengelola data dan informasi. Penataan dan manajemen data dan informasi merupakan kunci sukses setiap badan usaha. Jika data dan infromasi tersedia dengan baik dan mudah diakses/digunakan untuk pelayanan dan pengambilan keputusan maka proses transaksi keseharian koperasi akan lebih efisien dan efektif.

Sistem Informasi Manajemen Koperasi (SIM Koperasi) merupakan sebuah aplikasi perangkat lunak (Software) bagi Koperasi yang dipergunakan untuk mengelola data dan informasi lembaga beserta transaksi proses bisnisnya.

SIM Koperasi memiliki fitur sbb:

  1. Pengaturan hak akses (multi user)
  2. Fasilitas cetak kartu (barcode) dan buku tabungan anggota
  3. Fasilitas cetak laporan bisa dikonversi ke excel dan pdf
  4. Setup jenis simpanan
  5. Setup jenis pinjaman
  6. Setup jurnal dan kode account
  7. Fasilitas perhitungan SHU
  8. Fasilitas filter report, memudahkan user membuat laporan sesuai dengan kebutuhnan

Manfaat

  1. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja sehingga produktifitas juga meningkat (proses manual telah digantikan dengan otomatis oleh sistem)
  2. Mengurangi human error
  3. Memudahkan pengelola koperasi untuk memantau kinerja bisnis
    Memudahkan manajemen melakukan pengambilan keputusan (data dan informasi dengan mudah bisa diakses sesuai kebutuhan secara real time)
  4. Mudah dalam melakukan pendataan anggota: registrasi, cetak kartu, cetak buku
  5. Mudah dalam membuat laporan keuangan
  6. Akuntabilitas dan performance lembaga meningkat

e-koperasi 

Bisnis Mandiri

Memulai bisnis atau usaha mandiri, ternyata tidak semudah seperti dalam teorinya, masalah perubahan MENTAL merupakan hambatan utama untuk bisa menjadi pengusaha mandiri.

Apalagi seseorang yang sudah bertahun-tahun mendapat gaji tetap dan menikmati fasilitas dari kantor, perubahan itu tentu sulit.

Jika Anda berusaha belajar untuk membangun bisnis Anda sendiri, terbukalah luas sebuah dunia baru dengan kesempatan financial yang tidak terbatas.

Banyak orang selalu beranggapan bahwa untuk memulai usaha mandiri itu sesuatu yang riskan, wirausaha itu  sesuatu yang penuh resiko, dunia bisnis itu kejam. Akibatnya banyak orang menjadi kesulitan untuk bisa memulai usaha. Itulah sebabnya jika kita mendapatkan informasi dari orang yang salah. Ibarat orang buta dituntun oleh orang buta.

Jika memulai usaha itu sesuatu yang riskan, tentu dunia ini sepi dari para pengusaha, para penjual, pasar-pasar dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya. Nyatanya sepanjang tahun selalu bemunculan pengusaha baru yang sukses, dibangunnya pusat-pusat perbelanjaan, toko-toko dipinggir jalan, produk-produk baru bermunculan. Itu menandakan bahwa dunia usaha itu bergeliat terus siang dan malam.

Orang-orang yang mengatakan bahwa dunia usaha itu penuh resiko karena ada beberapa alasan utama yaitu :

Mereka belum terlatih untuk menjadi pengusaha. Ingat waktu anda belum bisa naik sepeda, tentu jika mengemudikan sepeda itu sendiri akan penuh resiko. Anda perlu berlatih keras untuk bisa mengemudikan sepeda sendiri.

Banyak pengusaha baru kurang kendali atau tidak terkendali. Walaupun Anda sudah bisa mengendarai sepeda, yang namanya resiko jatuh mungkin tetap ada. Namun mengendarai sepeda dengan melepaskan tangan dari kemudi tentu benar-benar penuh resiko. Jika Anda orang yang tidak disiplin, tidak mempunyai rencana, dan tidak ada tekad yang kuat, maka kendali-kendali yang ada dalam usaha tidak berarti banyak.

Orang-orang mengatakan berbisnis itu penuh resiko, itu karena mereka melihatnya hanya dari sisi luarnya saja. Mereka melihat dunia usaha dari sisi yang salah. Sebetulnya yang beresiko itu Anda, itu jika Anda tidak mempunyai keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha. Apalagi jika Anda belum melek finansial.

Sulitnya Mencari Pekerjaan.

Jadi jika kita ingin benar-benar berwirausaha mandiri, namun belum punya modal dan belum berpengalaman berbisnis, harus bagaimana ?.

Jaman sekarang memang sulit mencari pekerjaan. Carilah pekerjaan yang memberikan keterampilan dalam jangka panjang, seperti keterampilan menjual, memasarkan dan berkomunikasi. Biasanya lapangan pekerjaan seperti itu banyak, namun gaji awalnya kecil. Di indonesia sebetulnya bukan kekurangan lapangan kerja, tapi kekurangan orang yang awalnya mau untuk berkerja keras dan berdedikasi dengan keterampilan usaha.

Lapangan kerja itu bukan saja formal (kantoran) tapi juga informal. Banyak pengusaha sukses belajar dari orang sukses. Jadi janganlah sekali-kali Anda mencari pekerjaan semata-mata demi uang. Carilah pekerjaan yang bisa meningkatkan keterampilan-keterampilan jangka panjang. Seperti :

Keterampilan pemasaran.
Keterampilan berkomunikasi.
Keterampilan Memimpin.
Keterampilan Membangun Team.
Keterampilan Pajak.
Keterampilan Dagang.
Keterampilan Bernegosiasi dll.

Janganlah takut, malu atau menghindar dari problema menjual atau menawarkan sesuatu kepada orang lain. Untuk lebih berkembang karier Anda, belajarlah terus menjual. Menjual bukan semata-mata untuk mencari uang, tetapi untuk menghilangkan rasa takut dan menambah percayadiri. Namun harus bersamaan dengan itu adalah membaca atau kursus atau mendengarkan kaset-kaset tentang penjualan.

Jika Anda sudah terampil dan berpengalaman dalam menawarkan produk, berkomunikasi, bernegosiasi, ulet dan mau bekerja keras. Pasti banyak perusahaan atau pemilik modal yang akan membutuhkan Anda, dengan sendirinya uang atau modal usaha akan datang mengikuti Anda.

Ada sesuatu yang saya dapati dari orang-orang yang telah berhasil, adalah justru mereka berhasil dalam kariernya berkat banyaknya menghadapi resiko kesalahan yang mereka buat. Seperti apa kata orang terkenal.

“Ada hikmah tertentu yang tersembunyi dibalik setiap resiko kesalahan.” (Robert T. kyosaki).
“Kesuksesan adalah kemampuan untuk beranjak dari satu resiko kesalahan ke kesalahan lainnya tanpa kehilangan antusiasme.” (Winston Churchill).

Resiko itu bukan kehancuran

Menghindar atau takut dari yang namanya resiko adalah sesuatu hal yang wajar, tapi kalau sampai kita selalu terbayang dengan keharusan untuk selalu berbuat sesuatu yang tidak mengandung resiko, akhirnya yang terjadi adalah kita tidak akan melakukan apa-apa, dan sebetulnya itu adalah suatu kesalahan, suatu kesalahan besar. Orang seperti itu banyak disekitar kita, mungkin Anda atau saya salah satunya.

Resiko adalah suatu kejadian yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan dari apa yang diharapkan ( rencana ). Jika penyimpangan segera diatasi, maka penyimpangan itu dapat diarahkan  kepada yang lebih baik.

Dengan adanya perbaikan atau penyesuaian dari penyebab resiko kesalahan, tingkat keberhasilan bisa lebih besar, resiko kesalahan tidak harus  menjadi kegagalan atau kehancuran.

Ingat resiko adalah dampak dari kesalahan  bukan kehancuran, itu  sesuatu penyimpangan dan itu bisa diperbaiki. Jadi seharusnya Anda tidak perlu takut dengan resiko. Jika Anda takut dengan resiko dan tidak memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi, masa kegagalan atau kesulitan akan datang dengan sendirinya. Karena Anda tidak bisa melihat sisi lain dari sebuah koin.

Anda tahu dengan  Edison, ia telah mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun begitu banyak melakukan kesalahan-kesalahan untuk percobaan membuat lampu pijar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya.  Anda bisa bayangkan jika Edison bekerja di suatu perusahaan besar, mungkin belum sampai beberapa bulan melakukan percobaan yang selalu salah, Edison sudah menanggung RESIKO diberhentikan dari pekerjaannya.

Salah satu pelajaran yang ditulis oleh Robert T. Kyosaki adalah :
“Hal resiko pertama yang terjadi setelah kamu berbuat kesalahan, adalah bahwa kamu akan menjadi bingung dan marah. Bingung dan marah karena penasaran. Pada saat marah seperti itu, sebetulnya Anda bisa menilai sendiri watak atau karakter siapa diri Anda yang sebenarnya.”

Mentolerir resiko dari suatu kesalahan

Jika Anda melihat anak kecil atau orang dewasa belajar bersepeda. Perhatikan, Anda akan tahu sepandai-pandai orang tersebut, sekecil apapun kesalahannya bahwa orang itu akan melakukan kesalahan dan beresiko jatuh.

Anda ajarkan bagaimana bersepeda, bagaimanapun bahwa orang itu akan melakukan kesalahan dan tentu beresiko jatuh.     Orang itu akan merasa bisa, jika ia sudah melampaui  satu, dua atau mungkin beberapa puluh kali bagaimana rasanya apa itu jatuh, itulah resikonya.

Kemudian dengan tiba-tiba Anda melihat ia tidak jatuh lagi, dia mulai mengayuh pedal, sepeda itu mulai meluncur. Anda perhatikan ekspresinya, ia begitu senangnya dan lupa akan lukanya. Karena sebuah dunia yang benar-benar baru terbuka baginya.

Itulah keajaiban (hikmah) yang ada jika Anda berani menghadapi resiko.

Bagaimana Implementasinya ?

Dalam hidup ini perlu adanya perencanaan tekhnis  untuk mencapai tujuan. Dengan begitu jika setiap terjadi kesalahan anda bisa tahu karena adanya penyimpangan. Bermain judi, kalah atau menang itu bukan karena perencanaan, tapi karena kebetulan. Dengan adanya perencanaan Anda bisa tahu, apakah penyimpangan itu karena kesalahan atau kebetulan. Kebetulan adalah sesuatu yang tidak direncanakan. Apakah hidup Anda selalu berada dalam kebetulan saja ?.

Resiko dari kesalahan hanya bisa diperbaiki dengan kesalahan-kesalahan sebelumnya. Artinya dengan terjadinya resiko Anda mendapat pengalaman. Kesalahan yang hanya baru sekali belum menjadi pelajaran buat Anda, kalau Anda berpikir “Aku tidak akan mengulangi lagi kesalahan”, itu sebetulnya Anda belum banyak belajar. Sebagai orang yang berkepribadian akan bertanggung jawab dan akan mengendalikan apa yang dikatakan, seharusnya Anda berkata “Pelajaran apa yang harus saya peroleh dari kesalahan ini.”

Resiko dari kesalahan mempunyai tingkatan-tingkatan. untuk merencanakan sesuatu mulailah dari yang sederhana dahulu. Mulailah dahulu belajar merangkak sebelum Anda bisa berjalan. Begitulah seterusnya sampai Anda bisa berlari secepat angin tanpa khawatir.

Sehingga suatu hari Anda berani melakukan pekerjaan besar walaupun Anda tahu kalau itu orang lain mungkin akan menghadapi resiko besar, tapi tidak buat Anda.

Berani menghadapi resiko membuat hidup lebih berkwalitas.

Kita sering marah sendiri jika menghadapi hal itu, jadi dari pada menghindari resiko, kesalahan dan kegagalan, mari kita belajar mengelolanya. Mari kita marah untuk bertanya-tanya apa yang dapat saya pelajari dari kesalahan ini. Dengan begitu Kita tidak menyia-nyiakan marah serta mutiara kebijaksanaan yang sangat berharga. Menjadi bijaksana tentunya membuat kwalitas hidup Anda akan meningkat dengan sendirinya.

Modal Jadi Alasan Sulit Memulai Usaha

Tidak dipungkiri lagi bahwa modal berupa uang sangat diperlukan dalam mendirikan sebuah usaha. Namun banyak orang bilang bahwa modal tidak hanya selalu uang. Modal bisa berupa keahlian, keterampilan, kemauan dan niat yang kuat, serta lainnya. Sayangnya sebagian dari kita yang ingin memulai bisnis cenderung selalu mengartikan modal adalah uang. Itu hal wajar, namun pemikiran yang wajar itu justru mengakibatkan kita melupakan pentingnya keahlian, keterampilan  dan pengalaman yang dibutuhkan untuk membangun suatu usaha.

Sekarang yang menjadi pertanyaan untuk memulai usaha adalah :
Apakah modal uang dahulu atau apakah keahlian dan pengalaman usaha dahulu ?.

Memulai bisnis tidak hanya cukup dengan modal uang banyak dan keberanian saja. Banyak dari teman-teman yang pada akhirnya usahanya bangkrut, uangnya habis, salah satunya karena sulitnya merubah mental serta tidak adanya pengalaman, keahlian dan keterampilan untuk mendukung jalannya usaha mandiri.

Beberapa sumber untuk mendapatkan modal usaha

Sebetulnya banyak sumber untuk bisa mendapatkan modal, namun disini bukan sekedar untuk mendapatkan modal, tapi bagaimana cara Anda agar bisa untuk mendapatkan modal.

MENABUNG

Mendapatkan modal usaha bersumber dari tabungan adalah jalan yang paling mudah dan gampang. Namun Anda harus ingat, pertama berapa lama Anda harus menabung. Kedua dari mana sumber uang untuk menabung. Ketiga keahlian dan keterampilan apa yang Anda gunakan untuk mendapatkan uang sehingga bisa menabung. Keempat bagaimana pengorbanan Anda untuk bisa menabung. Jika Anda belum berpengalaman usaha dan belum memiliki keterampilan usaha, untuk memulai usaha mandiri, apakah Anda tega mengorbankan uang tabungan Anda. Mengambil tabungan mudah, tapi untuk bisa menabung, Anda perlu waktu lama, butuh keahlian mendapatkan uang, dan perlu pengorbanan yang tidak sedikit.

HUTANG SAUDARA

Jadikan ini sebagai jurus terakhir karena ini adalah cara yang paling bahaya. Salah-salah Anda bisa putus tali persaudaraan. Contohnya sudah banyak dan saya sudah mengalami. Jadi bila terpaksa berhutang kepada saudara, Anda harus bisa menjanjikan kapan akan dibayar, lalu sebutkan keuntungan yang dia dapat bila meminjamkan Anda uang. Pertanyaannya, jika Anda belum berpengalaman usaha dan belum memiliki keterampilan usaha, apakah Anda tega untuk mengorbankan persaudaraan Anda untuk memulai usaha mandiri.

HUTANG TEMAN, BANK atau LEMBAGA KEUANGAN lainnya

Sebelum Anda melakukan untuk meminjam uang, Anda harus melakukan pendekatan terlebih dahulu. Berikutnya adalah membuat proposal ide usaha, maksudnya jika Anda berhutang Anda bukan sekedar hutang tapi menawarkan sebuah peluang bisnis, beritahukan keuntungannya. Pertanyaannya, jika Anda belum berpengalaman usaha dan belum memiliki keterampilan usaha, apakah teman, bank atau pemilik uang akan mudah begitu saja menyerahkan uangnya kepada Anda.

Bank, teman, saudara,  atau sumber dana lainnya banyak yang tidak mau memberikan pinjaman kepada calon usahawan. Itu bukan karena mereka PELIT, tapi karena mereka tahu bawa jika kita tidak bisa mengelola uangnya dengan baik, itu akan menimbulkan masalah yang berat dikemudian hari, baik bagi pemilik uang dan tentunya anak, istri, dan pengusaha itu sendiri.

Modal Usaha Kurang Harus Pintar Melobi

Jika Anda ingin memulai usaha namun kurang modal, bukan berarti usaha itu hanya menjadi impian saja. Gunakan kemampuan Anda untuk melobi guna mencari modal, penambahan modal usaha, serta dalam rangka membangun kepercayaan bersama pemodal ataupun dengan mitra usaha.

Kurangnya Modal Bukan Berarti Mimpi Usaha

Banyak sudah contohnya pemilik usaha bisa menjalankan atau mengembangkan usahanya akibat bantuan modal dan kepercayaan dari pihak lain, apakah itu bantuan dari keluarga dekat, kawan, pemilik modal perorangan, bahkan sampai institusi keuangan yaitu bank dan tentunya mitra usaha lainnya.

Namun apakah Anda punya kemampuan melobi yang baik ?

Melobi adalah bentuk aktif dari kegiatan lobi, dimana pendekatan-pendekatan dilakukan secara tidak resmi. Melobi pada dasarnya merupakan usaha yang dilaksanakan untuk mempengaruhi pihak-pihak yang menjadi sasaran agar terbentuk sudut pandangan positif terhadap topik lobi, dengan demikian diharapkan memberikan dampak positif bagi pencapaian tujuan.

Tujuan dari melobi di kalangan bisnis berguna untuk memastikan kelancaran usaha dan dalam mengupayakan tindakan saling menguntungkan. Salah satunya adalah untuk mendapatkan kepercayaan dari berbagai mitra bisnis. Bermitra dilakukan dengan pelanggan, pemasok, distributor ataupun pemegang otoritas kebijakan secara individu/ kelompok/ kelembagaan.

Di kalangan bisnis, lobi juga dilakukan dengan orang-orang perbankan, diantaranya untuk pertambahan modal kerja dalam mengembangkan usaha mereka dan untuk mendapatkan kepercayaan sehingga organisasi mendapatkan kucuran kredit.

Walaupun begitu lobi dikalangan bisnis tidak saja dilakukan dengan mitra bisnis, tetapi juga dengan kompetitor. Salah satu contoh: lobi yang dilakukan Telkom terhadap Indosat dalam menentukan penggunaan frekuensi, penempatan dan pengaturan wilayah BTS (Base Transceiver Station).

Terdapat 4(empat) macam cara melobi :

1. Tidak langsung.
Melobi bisa dilakukan dengan perantaraan pihak lain dikarenakan pihak tersebut dianggap punya akses atau mempunyai hubungan yang dekat dengan pihak yang akan dilobi. Hal yang diharus diperhatikan apakah pihak lain ini dapat dipercaya, sudah mengerti atau belum dengan rencana usaha Anda. Jangan sampai pihak ini justru merusak hubungan yang sudah ada atau bisa saja membocorkan rencana2 yang menjadi rahasia usaha Anda..

2. Secara Langsung.
Anda harus langsung bisa bertemu atau berkomunikasi dengan pihak yang dilobi namun ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan yaitu apakah Anda sudah saling kenal, dapatkah Anda saling berkomunikasi dengan baik, sudahkah Anda mempunyai catatan mengenai kepribadian orang tersebut. Sebaiknya untuk salam perkenalan lakukanlah cara tidak langsung dahulu.

3. Secara Terbuka.
Yang dimaksud dengan cara terbuka adalah lobi yang dilakukan tanpa ketakutan untuk diketahui orang lain dan biasanya terbalik yaitu justru menawarkan bantuan untuk Anda dibanding minta bantun. Hati-hati dgn. penawaran sperti ini. Bisa-bisa bukan modal yg didapat malah harta Anda yg. tersedot. Pelajari dengan baik penawaran ini.

4. Tertutup.
Yang dimaksud dengan cara tertutup adalah apabila dilakukan secara diam diam agar tidak diketahui oleh pihak lain apalagi masyarakat. Apabila hal ini diketahui pihak lain bisa berakibat negatif atau merugikan pihak yang melobi atau pihak yang dilobi. Jadi Anda jangan gembar gembor dulu sebelum Anda tahu siapa itu orang yang akan dilobi.

Langkah-Langkah Persiapan Sebelum Melakukan Lobi :

– Lebih menguasai masalah yang akan dibicarakan.
– Mulai berbicara bila situasi telah memungkinkan.
– Mengarahkan dengan tepat agar dapat memancing perhatian.
– Cara berbicara harus jelas dan jangan terlalu cepat, mengatur volume suara, dan mempersiapkan kata–kata dengan baik.
– Memperhatikan sikap, pandangan mata, gerak gerik yang membantu. – Sopan, saling menghormati, dan menyiratkan rasa persaudaraan.
– Siapkan dokumen atau proposal singkat yang menarik dengan beberapa kemungkinan atau rencana pilihan. Ingat ide usaha tidak harus baru, namun ide Anda harus lebih baik.

Adakah Syarat-syarat untuk melobi ?

Agar niat untuk melobi seseorang atau lembaga tertentu berhasil dengan baik atau sekurang kurangnya tidak menimbulkan penolakan yang mungkin keras atau malah antipati.

Maka sebelum Anda menentukan cara-cara melobi diatas, ada beberapa petunjuk teknis yang harus diperhatikan yaitu :

Perlu mengenal/mengindentifikasi target orang yang akan dilobi dengan baik. Untuk mencapai keberhasilan yang optimal, maka Anda harus memahami atau mengenal dengan baik sifat, sikap dan pandangan bahkan mungkin perilaku orang-orang yang akan dilobi. Sehingga Anda bisa menerapkan teknik komunikasi yang akan dipergunakan. Apakah orang tersebut mudah tersinggung dan selalu serius, penyabar dan suka bercanda, tentu sangat berbeda.Kekeliruan atas hal ini akan berakibat fatal.

Penampilan diri yang baik. Seorang pelobi harus mampu menampilkan diri dengan baik, sehingga menimbulkan kesan yang positif bagi pihak yang dilobi. Penampilan diri ini tidak berarti semata-mata hanya bersifat fisik (lahiriah) seperti pakaian dan sebagainya, tetapi juga kepribadian dan intelektualitas.

Memperhatikan situasi dan kondisi. Situasi dan kondisi yang ada atau melingkupi suasana yang ada harus diperhatikan oleh pelobi, demikian pula perubahan-perubahan yang terjadi. Hal ini terutama sangat penting dalam penggunaan cara menyampaikan pesan. Ditempat umum berbeda dengan dikantor atau dirumah. Atau situasi dan kondisi yang sewaktu-waktu bisa berubah. Jangan meneruskan ketika ada orang lain datang atau alihkan pada topik lain dengan cara yang wajar, karena meskipun mungkin pelobi tidak berkeberatan, tetapi mungkin yang dilobi yang tidak berkenan.

Hal lain yang perlu diperhatikan cara menyampaikan. Apabila pihak yang didekati adalah pribadi atau orang-orang tertentu maka cara yang dilakukan bersifat persuasif. Usahakan untuk mengundang simpati dan dukungan yang bersangkutan. Tetapi apabila yang didekati adalah kelompok maka pesan yang disampaikan harus mengandung argumentatif. Pelobi harus menyampaikan alasan dan pertimbangan yang logis dan rasional yang bisa membuat pihak yang dilobi menjadi lebih jelas, lebih mengerti dan memahami obyek sasaran sehingga pada gilirannya mereka bisa menerima dan mendukung.

Mengemas pesan. Seseorang akan mudah tertarik bila menyaksikan sesuatu dikemas atau diatur dengan rapi. Siapkanlah catatan singkat atau bahan proposal yang menggambarkan topik yang akan anda bicarakan, jangan terlalu nyelimet. Mungkin orang yang dilobi akan lebih memahami rencana Anda dari tulisan dari pada perkataan lisan Anda.

Jangan takut gagal. Pepatah mengatakan kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Adalah hal yang biasa bahwa tidak semua usaha pasti berhasil apalagi dalam waktu cepat dan singkat, lebih-lebih dalam lobi. Melobi dilakukan untuk membuat atau mengubah pihak atau orang yang semula tidak suka menjadi suka, yang semula menolak menjadi menerima dan yang menentang menjadi mendukung.

Yang terpenting buatlah ia terkesan baik dengan Anda. Sehingga lain waktu masih terbuka untuk Anda untuk membeberkan rencana Anda lebih jelas dan lebih menarik. Melobi pada umumnya tidaklah cukup sekali saja, jadi tidak boleh takut gagal, harus memiliki optimisme, telaten, sabar, gigih dan fleksibel.

Kalaupun pada akhirnya ternyata gagal, tidak boleh membuat pelobi frustasi. Mungkin Anda bisa menangkap keinginan atau ketertarikan dari orang-orang yang Anda lobi akan usaha lain. Kenapa hal itu ngga jadi tantangan Anda untuk memiliki usaha mandiri dari idea orang-orang yang punya modal tersebut. Pulang buat proposal baru yang mungkin dia lebih tertarik. Lobi kembali … Tentunya dengan persiapan yang lebih sempurna.

Jangan Selalu Melihat Uang dan Peluang Dengan Mata

Seharusnya semakin Anda dewasa, semakin baik Anda dalam melihat peluang dan uang. Namun masih banyak dari sebahagian kita,  yang melihat peluang dan uang hanya dengan menghandalkan mata semata. Hal yang dilihat sebagai uang oleh mata untuk sebagian orang adalah sesuatu HAL YANG SAMA. Begitu juga dengan peluang,  orang yang satu mengartikan sebagai HAL YANG SALAH, orang yang satu lagi mengartikan sebagai peluang YANG LUAR BIASA (berlebihan).

Kemaren dihari Minggu, dibox e-mailku ada pesan dari Tung Dasem Waringin mengenai uang dan peluang. Setelah membacanya, saya teringat beberapa tahun yang lalu, salah satu mata pelajaran awal saya untuk mulai mengenal apa itu wiraswasta. Terima kasih Om Tung yang telah mengingatkan saya.

“Anda tidak bisa melihat uang dan peluang dengan mata anda.”(Robert T. Kiyosaki).

Bagaimana Melihat Uang

Umumnya orang banyak uang adalah orang kaya, sedang orang yang selalu tidak punya uang bisa dikatakan Anda orang miskin. Untuk bisa jadi orang kaya, mungkin saja bisa langsung jadi, misal dengan cara menerima warisan, kawin dengan orang kaya, dapat undian milyaran. Namun setelah itu, apa yang terjadi setelah lima tahun kemudian? Mungkin saja Anda akan menjadi orang miskin kembali. Atau mungkin malah bertambah parah, hutang Anda jadi dimana-mana.

Banyak diantara mereka yang kaya mendadak. Namun karena mereka tidak tahu cara mengelolanya, atau telah melakukan investasi yang salah atau bahkan berfoya-foya ke hal-hal yang negatif. Sehingga akhirnya uang mereka hilang atau habis dan mereka kembali hidup kepada pola yang lama lagi.

Jika pertama-tama tidak kau pahami mengenai uang di kepalamu untuk bagaimana mengelolanya, maka  uang tidak akan bisa melekat di tanganmu. Dan jika uang tidak bisa  melekat di tanganmu, maka uang dan orang yang mempunyai uang, akan menghindar dari dirimu.
Bagaimana Melihat Peluang.

Cerita klasik tentang peluang dengan masalah adalah ceritera tentang perusahaan sepatu yang mengirim marketing managernya ke Afrika di awal tahun 70-an.

Begitu marketing manager tersebut sampai di Afrika dan turun dari pesawat, langsung jalan-jalan keliling Afrika. Setelah itu dia kirim telex kepada atasannya, “people in Africa doesn’t wear shoes. Tidak ada peluang Bos.”

Karena perusahaan tidak puas dengan marketing tersebut, maka dikirim marketing independen ke Afrika. Ketika marketing independen itu turun dari pesawat, langsung jalan-jalan. Kemudian kembali ke hotel untuk mengirim telex, ”People in Africa doesn’t wear shoes. Peluangnya fantastis Bos.”

Jika Anda ingin berhasil dalam hal financial, Anda harus tahu perbedaan antara fakta dan opini. Banyak orang suka tertipu karena mereka tidak mengetahui faktanya. Jika Anda melihat peluang, gunakanlah fakta bukan opini. Dengan kemampuan otakmu, maka fakta-fakta tersebut engkau akan bisa menghitung angka-angkanya.
Peluang menghasilkan Uang dan

Uang menghasilkan Peluang

Mari kita lihat sekitar kita. Apapun yang kita lihat selalu menjadi peluang dan tentu akan menghasilkan uang untuk orang lain. Misalnya kita melihat mobil, ada orang yang mendapat uang karena keberadaan mobil tersebut. Apakah itu bengkel mobil, montir, tambal ban, depot bensin, tukang cuci mobil, asuransi mobil, dan tentu ada juga lowongan untuk menjadi supir dst.

Begitu juga misalnya kita melihat lampu, melihat tanaman, melihat asap, melihat air, bahkan melihat sampahpun, semua dalam level tertentu akan menjadi peluang untuk menghasilkan uang.

Tapi masih saja banyak orang yang mengatakan bahwa tidak ada peluang untuk menghasilkan uang. Begitu juga jika Engkau melihat uang, dimana dikepalamu tidak tahu bagaimana mengelola uang menjadi peluang usaha, maka uangmu dan orang yang mempunyai uang, akan pergi menjauhi dirimu.

Hal-hal apa yang membuat kita tidak bisa melihat peluang atau uang itu, karena selama ini kita belajar dari orang yang salah, seperti orang buta menuntun orang buta.

Alasan kenapa banyak orang buta secara finansial, karena mereka mendengar saran dari orang-orang yang secara mental dimana sebetulnya ia buta secara keuangan.

“Uang dan Peluang harus dilihat dengan pikiran Anda.” (Robert Kiyosaki)

Hal yang dilihat oleh mata adalah sama, dimana yang satu mengartikan uang dan peluang sebagai sesuatu yang salah, sedang yang satu lagi mengartikan  uang dan peluang sebagai sesuatu yang luar biasa (berlebihan).

Uang dan peluang sebenarnya adalah sebuah konsep yang akan lebih jelas terlihat oleh pikiran daripada oleh mata. Maka untuk melihat uang dan peluang, jangan dengan mata tapi pakailah dengan kemampuan otakmu untuk mengolahnya. Untuk itu kita harus melatih otak kita.

Dan bagaimana cara melatih otak kita, Anda bisa baca pada postingan lain yang ada diblog sulitnih. Ingat pesan ini, jangan melihat uang atau peluang dengan mata, tapi dengan pikiran dan konsep sehingga menjadi begitu jelas.

“Barang siapa di antaramu melihat sesuatu kemungkaran, hendaklah (berusaha) memperbaikinya dengan tangannya (kekuasaan), bila tidak mungkin harus berusaha memperbaikinya dengan lidahnya (nasihat), bila tidak mungkin pula, harus mengingkari dengan hatinya (berdo’a). Itulah selemah-lemah iman. ” HR. Muslim.

Bila ingin doamu dikabulkan, tinggalkanlah perkataan kotor dan TAKUTLAH kepada Allah.

BERSIHKAN HATIMU DARI NODA DAN PERBAIKILAH NIATMU KARENA ALLAH SEMATA. INSYA ALLAH KEINGINANMU DIKABULKAN.

~ sulit nih

Bisnis Kuliner

SUKSES BERBISNIS KULINER – 0838.5628.3234

Belajar dari kesuksesan para pebisnis kuliner, ternyata usaha tersebut bisa dibilang cukup mudah. Bahkan, Firmansyah Budi Prasetyo, pemilik usaha Tela Krezz, hanya dalam waktu 11 bulan mampu melebarkan usaha waralabanya hingga mencapai 250 gerai. Padahal, latar belakang pendidikannya dari fakultas hukum. Bermodalkan uang 3 juta rupiah, ia berani menapaki dunia usaha kuliner sekaligus tertantang untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Pola usaha waralaba Tela Krezz telah merambah hingga ke luar pulau Jawa. Omzetnya telah mencapai 300 juta rupiah per bulan.

Selain Firmansyah, ada juga seorang perempuan sukses yang berhasil meraup omzet hingga 850 juta rupiah dengan mendirikan usaha kuliner pisang ijo asal Makassar, yaitu Riezka Rahmatiana. Membawa merek dagang JustMine, ia memulai usahanya hanya dengan modal 2 juta rupiah. Wanita asal Mataram ini, melebarkan usahanya dengan pola waralaba hingga tersebar di Bandung, Jakarta, dan Bekasi. Menarik bukan?

Masih banyak lagi contoh-contoh kesuksesan para pengusaha kuliner lainnya. Dan, keberhasilan mereka diraih dalam usia muda. Ini menjadi bukti bahwa menjadi pengusaha sukses tidak perlu menunggu waktu tua dan dapat diraih oleh siapa pun yang memiliki impian untuk maju. Begitu pula dengan urusan keuangan, modal tidak perlu mesti besar. Yang paling penting adalah kemauan dan memiliki perencanaan dengan konsep-konsep tertentu yang telah teruji ampuh dalam mengembangkan usaha kuliner.

Di dalam bisnis usaha kuliner, ada satu keuntungan dibandingkan dengan usaha lainnya. Usaha ini bisa dibilang tidak ada matinya. Selama manusia hidup, selama itu pula manusia membutuhkan makanan. Terutama dengan jumlah penduduk Indonesia yang sudah mencapai 260 juta lebih. Tentu jumlah tersebut merupakan sebuah market yang besar. Bisnis ini juga dapat dilakukan di mana saja, asal memenuhi persyaratan ekonomis.

Apa saja yang mesti dilakukan sebelum memulai usaha kuliner agar berkembang maju? Mengenai perihal ini, Sugiyo akan menjelaskannya kepada Anda melalui bukunya, Sukses Berbisnis Kuliner. Penulis akan membekali Anda dengan panduan membangun usaha kuliner dari nol. Anda akan mengerti secara praktis tentang dunia usaha kuliner hingga berani menerapkannya atau mencobanya untuk meniru mereka yang telah sukses dalam bisnis kuliner.

Terdapat sembilan usaha kuliner populer yang dapat diambil sesuai kondisi Anda. Mulai dari kuliner ala gerobak, warung makan sederhana, rumah makan cepat saji, rumah makan tradisional, kafe, katering, kantin, hingga pujasera. Selain itu, di dalam buku terbitan mediakita ini dibahas pula pengembangan usaha, manajemen usaha, kisah sukses para pengusaha kuliner, hingga analisa usaha dan proposal pengajuan kredit.

5 Kunci Membangun Bisnis Kuliner

Menjadi seorang wirausahawan tidaklah mudah. Selain passion, Anda juga butuh ketekunan dan keuletan untuk sukses. “Dari sekian banyak usaha yang ada, ternyata banyak orang melirik bisnis kuliner karena dianggap lebih mudah dijalankan daripada bisnis lain,” tukas Ali Bagus Antra, pemilik usaha Bebek Garang dalam acara talkshow mengenai kiat mengatasi persaingan bisnis di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Salah besar jika Anda menganggap bisnis kuliner lebih mudah daripada bisnis lainnya, karena bisnis kuliner justru membutuhkan kreativitas, penanganan, dan risiko yang lebih besar. Namun, Ali Bagus memiliki beberapa tips teknis yang digunakannya untuk mulai menjalankan bisnis kuliner.

1. Pemilihan lokasi
Ketika memilih lokasi usaha, pilih tempat yang sesuai dengan target atau pangsa pasar Anda, dan strategis. “Usahakan pilih lokasi yang mendekati pangsa pasar Anda. Karena hal ini akan menentukan berapa banyak produk yang terjual,” jelasnya. Pemilihan tempat yang strategis jika tak diikuti dengan kesesuaian pangsa pasar yang dituju akan membuat produk Anda kurang diminati.

2. Pemasaran
Pemasaran produk memegang peran penting dalam kesuksesan bisnis. Tentukan cara promosi dan pemasaran yang efektif agar tidak menghabiskan terlalu banyak biaya. Ali menyarankan untuk memerhatikan target pasar sebelum berpromosi, karena beda target market-nya maka metode promosi yang dijalankan juga akan berbeda.

“Misalnya, penyebaran pamflet atau flyer tidak akan efektif ketika sasaran bisnis Anda adalah kalangan menengah ke atas, karena pamflet hanya akan dianggap seperti sampah kertas lainnya,” sarannya.

Ketika menyasar pasar high-class, maka spanduk merupakan cara yang paling efektif. Sedangkan untuk menyasar kalangan menengah ke bawah, flyer atau pamflet akan lebih baik.

3. Produksi
Ketika menjalankan bisnis kuliner, kualitas makanan harus menjadi prioritas. Kualitas makanan akan menentukan apakah pelanggan akan kembali menikmati makanan di tempat Anda atau tidak. Sisi lain dari produk, dari bahan baku, penyajian, layanan, hingga supplier, juga harus direncanakan dengan matang.

“Sudah seharusnya jika kualitas makanan harus selalu dijaga secara konsisten, dan sama enaknya dari hari ke hari,” tambah Ali. Selain itu, jika sudah memiliki cabang usaha, kualitas dan rasa makanan yang ada di setiap cabang juga harus selalu dijaga.

Di samping itu, cost control juga harus dijaga. Ali menyarankan untuk menghindari pemasangan harga jual yang fluktuatif dari hari ke hari. “Harga yang tidak konsisten atau berbeda di setiap cabang akan membuat pelanggan enggan untuk makan lagi,” katanya.

4. SDM
Sekalipun Anda pemilik usaha, hindari sikap bossy atau bertindak seenaknya. Karyawan merupakan aset penting yang dimiliki sebuah perusahaan, karena itu tak ada salahnya untuk memberi perhatian lebih kepada mereka. “Berikan payroll yang layak bagi mereka, selain itu juga kenyamanan dan jenjang karier yang jelas bagi mereka,” saran Ali. Peluang semacam ini akan membantu memompa semangat mereka untuk selalu giat bekerja dan mendatangkan keuntungan bagi usaha Anda.

Namun, sebagai bos Anda juga wajib menerapkan berbagai peraturan perusahaan, dan membangun kedisiplinan lingkungan kerja agar karyawan juga tidak bertindak seenaknya.

5. Keuangan
Jangan sepelekan masalah keuangan dalam bisnis. Buat perencanaan yang tepat dalam laporan keuangan dan neraca bisnis sampai sedetail-detailnya, agar tidak ada uang yang “hilang” sekecil apapun. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan dengan teliti, karena catatan keuangan ini akan membantu Anda untuk mengontrol dan menghitung setiap detail bisnis. “Ini juga bisa membantu menganalisis berapa besar keuntungan usaha dan kecepatan balik modal,” tukasnya.

Selain itu, sekalipun sudah menangguk untung besar dari bisnis jangan terburu-buru untuk menikmati hasilnya dengan cara yang konsumtif. Ali menyarankan untuk selalu berpikir tentang re-investasi bisnis, misalnya dengan memperluas usaha atau membuka cabang baru.

8 Kesalahan Saat Berbisnis Kuliner

Bisnis kuliner termasuk yang menjadi pilihan banyak orang, karena dianggap jenis bisnis yang lebih mudah dilakukan daripada bisnis lainnya. “Padahal bisnis kuliner termasuk bisnis yang tergolong rumit karena membutuhkan banyak inovasi dan kreativitas yang berkelanjutan,” tukas Ali Bagus Antra, pemilik usaha Bebek Garang, saat talkshow ”Kiat Sukses Wirausaha dalam Menghadapi Persaingan” dalam acara Sedap Mighty Culinary di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Anggapan enteng mengenai bisnis kuliner membuat banyak pengusaha gulung tikar karena tak mampu menghadapi persaingan bisnis. Ali mengungkapkan, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan para pelaku bisnis kuliner:

1. Tidak fokus
Para pemilik usaha sering terlena setelah merasa bisnisnya sudah sukses. Kesuksesan pada tahap awal ini membuat Anda mulai tak fokus pada pengembangan usaha, dan malah berusaha membangun usaha sampingan lainnya. Ali mengungkapkan, adalah hal yang wajar untuk memiliki lebih dari satu bisnis. Namun, jangan terburu-buru untuk memiliki banyak cabang dalam waktu dekat, atau membangun bisnis lain dalam saat yang bersamaan, karena hanya akan membuat perhatian terpecah.

2. Konsumtif
Usaha yang sukses akan memberikan penghasilan yang lumayan. Namun, penghasilan sering membuat Anda jadi lebih konsumtif. “Uang yang didapat dari usaha sering dianggap sebagai bonus dan upah kerja keras Anda, sehingga uang lalu digunakan untuk memanjakan diri,” paparnya.

Sifat konsumtif ini akan sangat berbahaya untuk Anda, terutama untuk perkembangan bisnis. Ali menambahkan, sampai saat ini banyak orang yang lebih memilih menghabiskan penghasilan usahanya untuk kepuasan diri seperti membeli gadget, dan lain-lain, ketimbang menginvestasikan uangnya kembali untuk memperbaharui alat atau investasi untuk cabang baru.

3. Tak mau berbagi kepemilikan
Salah satu cara untuk mengembangkan usaha adalah dengan berbagi kepemilikan usaha dengan orang lain. Misalnya melalui penanaman saham, ataupun dengan model waralaba. Namun banyak orang yang takut untuk melakukan hal ini. Mereka berpikir bahwa berbagi kepemilikan akan membuat keuntungan Anda berkurang, atau membuat Anda rugi. Padahal jika dilakukan dengan sistem yang tepat dan kuat, pembagian kepemilikan akan membuat usaha lebih besar.

4. Berhenti berinovasi
Dalam bisnis kuliner, inovasi dan kreativitas merupakan salah satu syarat wajib. Ketika produk usaha kuliner yang dijual sudah mendapatkan respons yang memuaskan dan menghasilkan keuntungan besar, orang cenderung lalai untuk terus berinovasi. Jika ingin sukses berbisnis, sebaiknya selaris apapun usaha Anda jangan berhenti berinovasi dengan berbagai cara. Ingatlah bahwa persaingan akan selalu ada, dan jika tak ingin kalah dalam persaingan sebaiknya tetap kreatif untuk menciptakan inovasi menu baru yang unik.

5. Tidak komersil
Makanan kesukaan seringkali jadi inspirasi bagi seseorang untuk menjadikannya sebuah ladang usaha. Hanya aja, perlu diingat bahwa tak semua makanan yang Anda sukai juga akan disukai orang lain. “Banyak orang yang punya selera berbeda tentang makanan. Sekalipun makanan itu adalah makanan kesukaan Anda, namun tetap sesuaikan dengan selera pasar dan konsumen,” sarannya.

Jangan ragu untuk melakukan survei pasar sebelum menentukan produk yang akan dijual. Kesalahan memilih produk akan berakibat produk Anda tidak komersil dan tidak laku.

6. Persaingan harga
Dalam menjalankan usaha, persaingan memang tak mungkin dihindari. Persaingan ini tidak hanya terlihat dalam persaingan barang dagangan yang sama, tapi juga persaingan harga. “Persaingan harga adalah hal yang harus diantisipasi. Karena seringkali kompetitor Anda akan menjual barang yang sama dengan harga yang lebih murah, untuk menarik pelanggan,” bebernya.

Usahakan untuk menjual produk yang murah namun rasa dan kualitasnya tetap baik. Untuk menghasilkan harga jual yang murah dan kualitas yang baik, tekan sedikit keuntungan Anda. Lebih baik jangan terlalu banyak menargetkan pengambilan keuntungan dari produk yang dijual.

7. Tidak profesional
Menjalankan bisnis bukan sekadar seperti berinvestasi atau menanam modal semata. Banyak orang yang hanya mempertimbangkan masalah modal, dan hanya ingin menikmati hasil keuntungannya saja. Padahal bisnis juga merupakan sebuah proses pembelajaran, serta buah dari pemikiran dan kerja keras yang dilakukan oleh berbagai pihak. Ali mengungkapkan, dalam bisnis sekecil apapun kita tetap membutuhkan sikap profesional dalam menjalankan bisnis, perencanaan keuangan, sampai pemilihan karyawan.

8. Fondasi tidak kuat
Buatlah sebuah perencanaan yang matang di awal bisnis Anda. Sebuah business plan akan sangat diperlukan sebagai bentuk kesiapan usaha. Perencanaan dan fondasi usaha yang kuat akan membuat usaha Anda tidak mudah hancur, karena sudah memiliki berbagai bekal sebagai antisipasi kegagalan.

Selain itu, fondasi usaha juga sangat dibutuhkan sebelum memutuskan membuka sebuah cabang baru. “Cabang yang banyak memang bisa menjadi strategi bisnis yang menguntungkan, hanya saja buat fondasi dan sistem usaha yang stabil terlebih dulu agar cabang selanjutnya bisa sesukses cabang pertama,” sarannya.

Tren dan Tantangan Bisnis Kuliner

Bisnis kuliner merupakan salah satu jenis bisnis yang banyak digandrungi para pengusaha, terutama para perempuan yang berwirausaha. Menurut data dari program Wanita Wirausaha, diadakan majalah wanita ternama, dari 7.000 wanita wirausaha yang terjaring secara nasional, bisnis kuliner berada di urutan kedua (19 persen) setelah fashion (35 persen).

Bisnis kuliner kian marak lantaran memiliki ‘lahan’ yang cukup potensial dan kreatif dalam pengelolaannya. Berbagai kreasi makanan mulai dari yang unik sampai ekstrem digemari pecinta kuliner Indonesia, termasuk dari segmen makanan tradisional.

Tren Bisnis Kuliner

Kepada Kompas Female, di Jakarta, pengusaha Kafi Kurnia, mengatakan dunia kuliner Indonesia terbagi menjadi dua kubu yaitu kubu holistik yang memilih makanan yang sehat, dan kubu lainnya yang lebih memilih makanan mewah, ekstrem atau mencari sensasi kenikmatan kuliner yang berbeda.

Sementara menurut pakar kuliner Sisca Soewitomo, dari hasil pengamatannya beberapa bulan terakhir, para pelaku bisnis yang bermain di lahan kuliner tradisional dan juga makanan cepat saji masih akan mendominasi pada 2012.

“Beberapa bulan terakhir ini, semakin banyak usaha franchise makanan tradisional seperti ayam, bebek, dan lainnya. Ini sebabkan karena citarasanya yang cocok dengan keinginan masyarakat Indonesia seperti sambel, sayur asem, dan lainnya,” jelas Sisca kepada Kompas Female melalui hubungan telepon belum lama ini.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Kafe dan restoran Indonesia (Apkrindo), Stevan Lie punya pandangan lain. Menurutnya, bisnis kuliner ke depan memiliki kecenderungan untuk menawarkan makanan segar yang dimasak langsung dari toko penjual bahan makanan.

“Kecenderungannya, orang akan memilih bahan makanan yang fresh untuk dimasak sesuai selera, termasuk dimasak langsung di toko yang menjual bahan makanan segar tersebut,” jelas Stevan Lie, kepada Kompas Female di Jakarta beberapa waktu lalu.

Tantangan Bisnis Kuliner

Apapun pilihan menu makanan yang disajikan, dan siapa pun sasaran kafe atau restoran, Stevan mengatakan bisnis kuliner punya tantangan tersendiri. Pilihan makanan di Indonesia memang sangat kaya, baik dari segi jumlah maupun citarasanya. Namun jika bicara kualitas, masih perlu kerja keras dari kalangan pebisnis kuliner, termasuk asosiasi untuk memberikan edukasi terutama mengenai food safety.

Tak adanya standarisasi food safety menjadi kendala untuk mengukur sejauhmana kualitas kafe dan restoran secara keseluruhan. Bicara food safety, kata Stevan, bukan hanya kualitas makanan, namun juga penyajian, cara mengolah masakan, pelayanan, tingkat kebersihan, hingga bahan baku.

“Ada grup pasar khusus yang lebih mementingkan kualitas dan pelayanan saat makan di kafe atau restoran. Ada juga yang memilih makanan dengan harga murah,” jelas Stevan.

Umumnya, pemain lama di bisnis kuliner cenderung menyasar dua segmen, yakni kalangan menengah atas yang merupakan grup pasar khusus (niche market) atau pecinta kuliner yang lebih mempertimbangkan harga saat membeli makanan.

Menurut Stevan, adalah tugas asosiasi untuk merespons minimnya pengetahuan juga penerapan food safety ini di kalangan pebisnis kuliner. Juga menjadi tugas asosiasi untuk menggalakkan pentingnya food safety termasuk standarisasi kafe dan restoran.

Jika dibandingkan Singapura, Indonesia masih ketinggalan mengenai strandarisasi food safety di kafe dan restoran, katanya. Padahal standarisasi food safety juga penting bagi pelanggan, terutama mereka yang ingin menerapkan gaya hidup sehat. Standarisasi food safety penting untuk menghindari berbagai risiko seperti kasus keracunan makanan di restoran karena pengolahan makanan yang tak sesuai standar, kata Stevan.

“Grade untuk restoran di Singapura diberikan oleh pemerintahnya. Di Indonesia, Apkrindo masih mempersiapkan mengenai standarisasi ini. Membutuhkan waktu panjang untuk bisa memiliki standarisasi seperti ini, apalagi dengan sistem grading,” ungkapnya.

Stevan mengatakan, masih butuh waktu untuk membangun kepercayaan di kalangan pebisnis kuliner itu sendiri, untuk menciptakan standarisasi makanan dan minuman sebagai produk dari kafe atau restorannya. Karenanya, keterlibatan pemilik kafe dan restoran dalam asosiasi dibutuhkan untuk menciptakan industri kuliner yang lebih berkualitas di kemudian hari, agar Indonesia dapat menjadi destinasi wisata kuliner berkualitas.

Apkrindo memiliki kepengurusan yang kuat di Jakarta dan Surabaya. “Di Jakarta ada 30 merek yang tergabung di asosiasi, dan ada beberapa merek yang memiliki lebih dari satu restoran atau kafe. Sedangkan di Surabaya, ada lebih dari 100 merek yang bergabung di asosiasi,” jelas Stevan.

Ia menambahkan, untuk menjadi anggota Aprkrindo, dikenai biaya iuran Rp 3 juta per tahun. “Dana ini dimanfaatkan untuk kepentingan anggota dan wadah edukasi di kalangan pebisnis kuliner, salah satunya training kafe dan restoran, terutama mengenai standarisasi terkait food safety,” jelasnya.

Kiat Bisnis Kuliner

Meski bisnis kuliner menggiurkan, lantaran pasar yang luas selain memang karena makanan adalah kebutuhan utama, Anda tetap perlu memahami berbagai seluk beluk kuliner. Utamanya lagi, Anda juga perlu passion dalam menjalankan bisnis kafe atau restoran.

“Menjalankan bisnis restoran butuh passion, bukan sekadar mengandalkan manajer dan chef. Pemilik restoran juga perlu aktif melakukan quality control, dan hal ini hanya dapat dilakukan jika pemilik restoran memiliki passion di bisnis tersebut. Untuk terjun ke bisnis restoran harus tahu kesulitan. Banyak pendatang baru yang menganggap mudah berbisnis makanan dan minuman, menyerahkan pada manajer dan chef. Biasanya yang seperti ini umur restorannya takkan bertahan lama,” tandas Stevan.

Sementara Sisca menyarankan, pelaku bisnis kuliner sebaiknya lebih memerhatikan pemilihan lokasi dan kenyamanan restoran. “Pemilihan lokasi penting, selain juga kondisi rumah makan atau restoran yang nyaman dan harga murah namun enak,” tambahnya.

Fenomena yang berkembang belakangan juga perlu dicermati, terutama bagi pebisnis kuliner yang menyasar kalangan anak muda. “Anak muda sekarang ini lebih suka duduk-duduk di minimarket yang nyaman, ber-AC, sambil ngopi atau sekedar ngemil. Lokasi yang nyaman dan harga murah ini bisa jadi daya tarik untuk konsumen,” lanjutnya.

Tertarik mengembangkan bisnis ke dunia kuliner? Lagi-lagi, jangan sekadar latah, pastikan Anda memiliki hasrat besar mengembangkan kuliner, jika ingin mendulang sukses di bisnis makanan minuman di Indonesia.

Lima Penentu Keberhasilan Bisnis Kuliner

Jika Anda berminat mencoba bisnis di bidang kuliner, sebaiknya pahami lebih dahulu lima faktor yang menentukan keberhasilan usaha makanan.

1. Kualitas makanan
Hal ini berkaitan dengan rasa dan bahan baku makanan. Selain enak, makanan yang ingin Anda sajikan juga harus aman dikonsumsi bagi kesehatan.

2. Tempat
Selain strategis, Anda perlu mempertimbangkan target konsumen yang dituju.

3. Persepsi
Hal ini berkaitan dengan simbol atau ciri yang digunakan dalam eksterior dan interior, kemasan makanan, dan pelayanan terhadap konsumen. Cara ini akan memudahkan orang mengingat dan datang kembali.

4. Promosi
Selain lewat internet, brosur, papan iklan, ada cara promosi lain yang lebih jitu. Promosi dari mulut ke mulut lebih jitu menarik pasar. Karenanya, pebisnis kuliner perlu menjaga kualitas makanan dan pelayanan. Masyarakat cenderung lebih memercayai kualitas yang diakui oleh pelanggannya.

5. Standar Operational Procedure (SOP)
SOP mencakup faktor pelayanan, menu dan penyajian. Sebaiknya ketiga faktor ini disesuaikan dengan standar yang berlaku.

5 Faktor yang Bikin Bisnis Kuliner Diminati

Prof Dr Alder Haymans Manurung, guru besar Asian Banking Finance and Informatic Institute (ABFI) Perbanas menuturkan, bisnis makanan saat ini tetap menjadi nomor satu. Selain modalnya tidak besar, melibatkan sedikit tenaga kerja, dan perputaran uang di dalamnya sangat cepat. Bahkan bisa lebih dari 100 persen.

Namun sebelum berharap bisnis kuliner Anda meraih sukses, Anda perlu mengetahui beberapa faktor yang memengaruhi maju-tidaknya sebuah usaha kuliner. Dr Handito Joewono, dari Arrbeys, strategy and marketing consulting firm, mengatakan, faktor pertama yang membuat pelanggan datang adalah kualitas makanan. Hal ini berkaitan dengan rasa dan bahan baku makanan.

Kualitas makanan terbagi menjadi dua bagian: yakni real quality dan perceive quality. Real quality lebih kepada enak-tidaknya makanan, dan penggunaan bahan baku. Seperti kalau ada rumah makan yang membuat rendang, santannya harus banyak.

“Padahal kemauan konsumen tidak seperti itu. Banyak santan malah nanti menimbulkan penyakit. Jadi pengusaha kuliner yang baik harus mengombinasikan real quality dengan baik,” paparnya.

Bagi kalangan menengah ke bawah real quality menjadi lebih penting ketimbang faktor perceive quality, karena mereka lebih mengutamakan rasa. Sedangkan bagi kaum menengah ke atas, faktor perceive quality menjadi lebih penting. Makanan tidak sekadar enak, tapi keamanan dan kenyamanan saat bersantap juga diperhatikan. Misalnya, dengan memperhitungkan faktor kesehatan makanan yang dibuat.

Faktor kedua, mengenai tempat. Dalam ilmu standarnya, tempat harus strategis letaknya. Tetapi belakangan, tempat tidak begitu menjadi elemen penting. Karena ada beberapa usaha rumah makan, walaupun tempatnya tidak strategis, tetap dicari orang. Masalah tempat ini, Handito menandaskan, yang penting harus ada kesesuaian antara makanan dan target konsumen yang dituju.

Faktor ketiga adalah persepsi. “Di antara lainnya, faktor persepsi ini yang paling penting,” ucapnya.

Persepsi ini sangat penting, terutama bagi yang baru membuka usaha kuliner. Persepsi bisa muncul dari penggunaan simbol-simbol, baik dalam tampilan eksterior maupun interior ruangan. Selain itu, persepsi juga dibangun dari bagaimana cara mengemas makanan, atau bagaimana melayani konsumen. Persepsi inilah yang kemudian akan selalu diingat orang tentang sebuah tempat makan.

Untuk usaha kuliner kecil, tiga faktor ini sudah cukup. Namun bagi usaha yang ingin berkembang menjadi lebih besar, faktor keempat, yaitu promosi, mutlak diperlukan. Cara untuk promosi saat ini macam-macam. Lewat internet, penyebaran brosur, pemasangan spanduk, billboard, dan lainnya bisa menjadi media promosi. Yang utama promosi ada dua, yaitu lewat media massa dan meminjam lidah konsumen. Memakai lidah konsumen inilah, promosi yang paling efektif.

Bila usaha restoran sudah berkembang besar, sudah punya cabang dimana-mana, faktor kelima yang harus dipenuhi adalah mempunyai standard operational procedure (SOP). Baik untuk kuliner yang diwaralabakan, maupun yang tidak. Tentu saja dengan memakai SOP yang sama, antara resto satu dengan resto lainnya yang bernaung di bawah nama dan manajemen yang sama, bentuk pelayanannya juga sama. Baik dalam soal pilihan menu makanan yang dibuat, penyajiannya, cara melayani konsumen, sampai dengan bentuk fisik tampilannya.

Agar Bisnis Kuliner Tetap Memancing Selera

Boleh jadi bisnis kuliner rumahan milik Anda saat ini berkembang pesat. Meski begitu jangan cukup puas. Produk Anda tetap perlu dikembangkan agar pelanggan tak cepat bosan. Salah satunya dengan menambah variasi menu atau mengembangkan cita rasa agar masakan lebih nikmat. Jika Anda bertanggung jawab pada bagian produksi, tak ada salahnya belajar memasak dengan mengikuti sejumlah kursus.

Kursus memasak memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk mengembangkan ide kreatif bagi para koki usaha kuliner. Resep yang berbeda setiap kali pertemuan kursus memasak, menjadi sumber ide kreatif bagi mereka yang berbisnis kuliner.

Contoh : ada yang sudah punya usaha pempek, namun tetap ingin belajar masak pempek agar rasanya lebih enak lagi. Melalui kursus memasak, seseorang bisa meng-upgrade dirinya..

Sementara bagi mereka yang awam, kursus memasak menjadi cara praktis belajar menambah ketrampilan. Cukup 2-3 latihan praktik memasak, Anda bisa praktik sendiri di rumah, bahkan menjadikan skill memasak menjadi lahan usaha.

Kemauan belajar dan meng-upgrade ketrampilan menjadi bekal sukses usaha Anda, termasuk bisnis makanan dan minuman yang tak ada matinya.

Seperti diketahui, kebutuhan primer manusia ada 3; sandang, pangan, dan papan. Pastinya, memulai bisnis dalam ketiga hal ini akan bisa menguntungkan bila dilakukan dengan serius dan melakukan perhitungan yang tepat.

Dalam acara peluncuran Lotte Mart UFS Food Professionals Center, Cindy Gunawan, Channel Marketing Manager Unilever Foodsolutions (UFS) mengatakan bahwa pasar kuliner atau horeka (hotel, restoran, dan katering) masih cukup menjanjikan.

‘Kami di UFS percaya, bisnis ini akan tumbuh terus. Di Asia, misalnya, di Hong Kong, 70 persennya makan di luar. Di Indonesia, juga banyak orang yang makan di luar rumah. Coba kita lihat, sekarang pegawai perempuan sudah makin banyak, padahal dulu para wanita sebagai pasangan yang memasak di rumah, sekarang sudah tak sempat. Alhasil, banyak yang makan di luar rumah. Waktu untuk masak jadi lebih dikit, ekonomi terus berkembang. Maka bisnis ini akan terus maju,” jelas Cindy kepada Kompas Female usai konferensi pers yang berlangsung di Lotte Mart Pasar Rebo, Kamis (14/10/2010).

Sementara Adam Djokovich, Managing Director Unilever Foodsolutions Indonesia mengatakan, “Pertumbuhan horeka masih sulit untuk dipatok dalam angka. Namun, kami bisa memastikan prospeknya masih sangat baik. Di Amerika Serikat saja, total pengeluaran rumah tangga seseorang untuk makanan bisa mencapai 50 persen untuk bagian makanan saja. Namun, di Indonesia, home industry untuk makanan bisa mencapai 30 persen.”

Ketika ditanyakan lebih lanjut mengenai angka prospek dan pertumbuhan di bidang kuliner, Cindy mengungkapkan, “Perusahaan kami tidak bisa memberikan angka prospek pasarnya. Namun, di perusahaan kami, untuk memulai suatu program bisnis, persentase prospeknya pasti double digit, enggak mungkin 1 digit. Jadi sudah pasti bisnis horeka ini masih bagus di Indonesia.”

Tentu keberhasilan sebuah usaha juga tidak bisa bergantung pada perkiraan prospek, akan ada hal-hal lain yang patut dipertimbangkan, seperti keunikan, lokasi, harga, dan persaingan lainnya.

Kuliner Indonesia Jadi Tren, Kini dan Nanti

Seiring bertambahnya kreativitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dunia kuliner juga akan terus berkembang. Beragam varian makanan mulai dari makanan kecil, makanan utama, sampai makanan penutup juga punya banyak varian yang sangat disukai masyarakat Indonesia.

Setelah sempat ‘dikuasai’ serbuan kuliner barat, tahun 2011 merupakan tahun kebangkitan kuliner tradisional Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya restoran-restoran yang menghadirkan berbagai kreasi makanan asli dari Indonesia. Sejumlah pakar kuliner, secara terpisah, menjelaskan alasan di baliknya.

“Setelah selingkuh lama dengan makanan barat, masyarakat Indonesia kangen untuk makan makanan tanah airnya,” ungkap Arie Parikesit, salah satu pendiri komunitas kuliner Jalansutra beberapa waktu lalu di Jakarta.

Selain rasa kangen terhadap makanan asli Indonesia, kebanggaan dan keinginan untuk menggaungkan kenikmatan citarasa kuliner Indonesia pun juga diperkuat dengan dikukuhkannya salah satu masakan Indonesia yaitu, rendang sebagai makanan terlezat di dunia. Makanan asli Sumatera Barat ini menempati posisi pertama dari 50 makanan paling lezat di dunia pilihan pembaca dari voting di situs CNNGo.com.

Salah satu faktor utama yang membuat makanan Indonesia bisa diterima di dunia internasional adalah adanya faktor bumbu yang spesifik dan khas yang ditambahkan ke dalam makanan Indonesia. Dan yang perlu diingat, Indonesia merupakan negara penghasil rempah yang besar dan lengkap maka tak heran jika makanan Indonesia mengandung campuran rempah dan bumbu yang banyak dan khas.

Meski dalam segi rasa ada kemiripan dengan makanan di negara lain, seperti Mediterania, Arab, atau India, namun Indonesia tetap punya citarasa dan ciri khasnya sendiri. “Inilah yang jadi kekuatan dalam makanan Indonesia dan yang sulit dilupakan orang yang sudah pernah menyantapnya,” tukas chef Margie Gunawan kepada Kompas Female beberapa waktu lalu di Jakarta.

Tak hanya itu, keinginan untuk melestarikan makanan khas Indonesia ini juga dilakukan untuk melindungi adanya pengakuan kekayaan kuliner asli Indonesia oleh negara tetangga. Namun, sayangnya kuliner bukan bagian bendawi yang bisa dipatenkan, namun hanya bisa dilestarikan. Maka sepanjang tahun 2011 ini tak heran jika pesona kuliner lokal Indonesia semakin bersinar, seperti rendang, semur dengan beragam citarasanya, opor ayam, nasi uduk, gudeg, pindang patin juga nasi goreng yang istimewa termasuk bagi Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Makanan tradisional yang sehat

Berada di penghujung tahun 2011 sembari merangkak memasuki tahun 2012, pergeseran tren kuliner belum terlihat berubah drastis.

“Yang pasti, di tahun 2012 mendatang, makanan tradisional Indonesia akan lebih populer lagi jauh melebihi tahun 2011,” ungkap pakar kuliner Sisca Soewitomo kepada Kompas Female melalui hubungan telepon.

Diakui Sisca, rasa bangga dan cinta tanah air masyarakat Indonesia pun semakin tinggi, dan juga adanya pengakuan dunia membuat masyarakat Indonesia semakin berani unjuk gigi akan makanan khas daerahnya masing-masing. Namun, bedanya kali ini masyarakat Indonesia sudah mulai peduli kesehatan.

Pada 2012, tren kuliner Indonesia akan bergerak menuju tren makanan tradisional yang sehat.”Mereka sudah mulai memperhatikan makanan yang dimakannya, bukan hanya untuk kepuasan perut saja tapi juga untuk kesehatan,” beber Sisca.

Senada dengan Sisca, pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Arie Parikesit seperti dikutip dari Warta Kota beberapa waktu lalu. “Sepertinya orang sudah mulai sadar akan kesehatan. Makanya mereka lebih memilih makanan sehat. Tidak berlemak atau mengandung kolesterol tinggi, ” ujar Arie Parikesit.

Tak hanya itu, makanan yang diprediksi akan booming di tahun 2012 ini adalah makanan segar. Dan tak heran juga bahwa sekarang ini banyak restoran yang sudah mulai menyajikan metode memasak fresh from the oven dengan menggunakan bahan makanan yang masih segar dan bukan frozen atau instan.

“Kecenderungannya, orang akan memilih bahan makanan yang fresh untuk dimasak, termasuk dimasak langsung di toko yang menjual bahan makanan segar tersebut,” jelas Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo), Stevan Lie,

2 Selera Penikmat Kuliner

Penikmat kuliner di Indonesia, secara umum, masih terbagi dalam dua kubu. Satu kubu menyukai dan memilih makanan lebih holistik dengan memerhatikan unsur kesehatan. Satu lagi, kubu yang memilih makanan berdasarkan selera atau kenikmatan, tak terlalu memikirkan faktor kesehatannya.

Kafi Kurnia, dari USA Pear dan Washington Apple Commission yang juga pendiri Tirtayu Healing Center mengatakan, dunia kuliner Indonesia terbagi dua. Sebanyak 50 persen adalah kubu holistik yang memilih makanan sehat. Sementara 50 persennya lagi mereka yang menikmati makanan mewah, menantang, cenderung mencari sensasi dan kenikmatan kuliner yang berbeda.

“Kubu holistik menyukai makanan seperti salad. Kalangan ini akan terus berkembang dalam 1-2 tahun ke depan. Sementara di negara lain, kebiasaan makan sehat sudah dilakukan sejak 7-8 tahun lalu, seperti di Amerika Serikat. Sementara, kubu satunya lagi, orang cenderung mencari kuliner yang ekstrem. Kalau di luar negeri, ada steak berukuran besar, sedangkan di Indonesia ada nasi goreng gila, nasi pedes di Bali dan lainnya,” jelas Kafi kepada Kompas Female di sela demo masak inovasi dan kreasi menu baru dengan buah di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Kafi, dunia kuliner terpecah menjadi dua kubu sejak awal 2000-an, dan terus bertahan hingga kini bahkan di masa mendatang. Meski begitu, keduanya masih menyeimbangkan makanan mereka dengan asupan buah-buahan. Makan buah tetap menjadi pilihan bagi dua kubu penikmat kuliner berbeda selera ini.

Bagaimana dengan Anda? Lebih menyukai makanan yang berbeda dan ekstrem, atau mulai menjaga makanan dengan hanya mengasup hidangan sehat setiap harinya?

Memantau Selera Pelanggan Kuliner

Untuk berbisnis di dunia kuliner Anda memang harus jeli dalam memilih jenis dan rasa makanan, harga, hingga lokasinya. Tanpa memperhatikan faktor-faktor ini, rumah makan Anda pasti akan ditinggalkan oleh pelanggan.

Sebagai pembaca acara Wisata Kuliner, Bondan Winarno tentu sering diundang oleh banyak pengusaha kuliner. Ia pun telah banyak mengamati apa yang dapat dilakukan oleh pemilik bisnis kuliner agar tetap bisa bertahan. Berikut trik mempertahankan bisnis kuliner dari pemilik kedai kopi Kopitiam Oey di jalan Sabang ini:

1. Tidak berdasarkan asumsi. Ada banyak makanan yang muncul karena tren, seperti burger yang full mayones, pisang kipas, atau donat dengan segala modifikasinya. Namun selera orang bisa berubah, dan di samping itu tren juga bisa berlalu. Apa yang disukai orang saat ini belum tentu akan disukai orang lima tahun lagi. Jadi, lakukan inovasi baru dengan menciptakan menu-menu baru untuk pelanggan.

2. Kualitas makanan. Anda pernah kan, memesan menu andalan di restoran langganan Anda, namun mendapati rasa makanannya tak seenak biasanya? Saat koki memasak untuk 10 porsi, rasanya akan berbeda dengan ketika ia harus memasak untuk 100 porsi. Buat standarisasi untuk setiap makanan agar kualitas rasanya tidak berubah.

3. Cari hal yang tidak biasa. ”Anda harus bisa mendeteksi apa yang disukai oleh masyarakat. Tes itu ada di tangan pelanggan. Kalau mereka tidak suka akan mereka tinggal,” jelas Bondan yang ditemui Kompas Female usai peluncuran program HSBC Advance di Rumah Imam Bonjol, Menteng, Senin (15/2/2010).

Dulu pisang pontia menjadi hal fenomenal karena merupakan terobosan baru menyajikan pisang. Namun saat ini, pisang goreng itu merupakan hal yang biasa.

4. Dampak psikologis. Mengapa beberapa cabang rumah makan ayam bakar Wong Solo tutup? Karena ada semacam stigma yang akhirnya masuk ke alam psikologis. ”Ibu-ibu mungkin antipati dan tidak ingin mereka atau keluarganya makan di rumah makan yang diasosiasikan dengan poligami, atau stigma masyarakat yang tidak respek dengan cara pengembangan bisnis kuliner seperti itu,” paparnya.

5. Menguasai ilmu life cycle. Ide kreatif saja tidak cukup. Harus ada hal-hal yang membuat pelanggan terus bertahan. Misalnya dengan merombak tatanan interior (dengan meminta survei dari pelanggan tentang kenyamanan tempat makan, RED), atau mencari lokasi yang memang punya pangsa pasar.

Lokasi akan amat menentukan. Misalnya dekat dengan kampus atau rumah sakit, atau gedung perkantoran. Namun jangan pernah mengubah tatanan restoran hanya untuk menambah pemasukan. ”Saya tidak pernah membuat kedai kopi saya lebih besar. Pengunjung senang berlama-lama di tempat itu karena kecil dan nyaman. Kalau terlalu banyak orang (diperbesar, RED) akan sumpek,” tutur Bondan, yang mengaku jarang menyambangi restoran ataupun kedai kopi miliknya.

6. Selalu memantau selera pelanggan. Lihat apakah mereka memesan menu yang sama. Menu apa yang paling banyak dipesan, atau paling sedikit dipesan. ”Sesekali buat kuesioner mini, tanya menu apa yang perlu ditambah, menu apa yang favorit, atau yang paling jarang dipesan. Ini bagus untuk masukan,” imbuhnya.

7. Price point. Harga dan lokasi memang sering dikaitkan. Namun jangan berani-berani memasang harga tinggi, kalau Anda belum memiliki ciri khas dalam makanan. Terlalu mahal dan rasa masakan biasa-biasa saja? Pelanggan akan pergi.

8. Aset. Anda punya uang, tapi tidak punya keahlian memasak? Koki adalah aset Anda setelah uang. Jadi pastikan Anda memilih koki yang tepat, dan bisa menyajikan masakan dengan rasa yang diinginkan.

Membaca Peluang Bisnis dari Resep Masakan

Urusan lidah dan perut memang tidak bisa sembarangan. Karena itu, olah resep dan ketajaman insting membaca peluang sangat penting bagi pebisnis kuliner. Pasalnya, salah memasukkan satu bumbu saja, pelanggan bisa kabur.

Kekayaan wawasan beragam resep masakan bisa didapat dari banyak sumber. Buku, koran, majalah, internet, dan acara televisi bisa jadi rujukan para “tukang masak” ini. Tetapi, belajar langsung dari koki sebenarnya, lengkap dengan praktik, tentu menjadi nilai lebih tersendiri.

Hadi Kusumo memang bukan jago masak. Tapi, ia punya kantin di daerah mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, Jalan Ciumbuleuit, Bandung. Usaha bernama Kantin Juwita itu punya kekhasan menyajikan ayam dan ikan dalam rupa presto, alias tulang lunak.

“Kelebihannya, kami bubuhkan juga kremesan di atas daging itu,” katanya saat ditemui di acara Cooking Class East Meet West yang dihelat harian Kompas di Hotel Padma, Kota Bandung, Sabtu (19/6) lalu.

Ia mengaku tidak tahu banyak tentang bumbu-bumbu yang diimbuhkan dalam dagangannya. Pasalnya, masakan setengah jadi dipasok kakaknya. Tugas Hadi adalah menyempurnakannya sehingga bisa mengisi relung perut penyantapnya.

Namun, pelajaran memasak dari Chef Anton Pradipta siang itu bisa menambah wawasannya tentang makanan. Ia menyebut menu iga bakar sego ireng yang diajarkan bisa ia terapkan. “Saya jadi tahu bumbunya. Iga bakal saya ganti dengan ayam atau ikan, sesuai dengan dagangan saya,” katanya.

“Harga makanan di kantin saya seporsi sekitar Rp 12.000. Itu sudah harus bersaing dengan warung tenda di seberang kantin yang harganya lebih murah. Kalau bumbu yang diajarkan tadi saya pakai juga, mau dijual berapa masakan saya?” ujarnya.

Persaingan ketat
Lain lagi dengan Heny Adiaksi. Pengusaha salon dan kafe ini berencana membuka restoran keluarga bercita rasa Indonesia di Jalan Diponegoro. Padahal, di sekitar lokasi itu sudah bertebaran berbagai tempat makan yang menyajikan masakan serupa. Tetapi, ia tak gentar.

“Restoran itu nantinya banyak menyajikan masakan Nusantara, tetapi juga ada makanan ala barat seperti steak atau spaghetti. Dari kelas memasak seperti ini, saya belajar tentang cara penyajian dan pengolahan aneka bahan. Saya yakin masakan di restoran saya nanti bisa bersaing dengan yang lain meskipun sangat mungkin ada menu sama,” kata Heny.

Selain mengandalkan bumbu, Heny yakin lokasi yang tak jauh dari Gedung Sate dan sentra factory outlet di Jalan LL RE Martadinata bakal mendongkrak omzet. Karena berdekatan dengan perkantoran pemerintah, Heny akan menyediakan ruang khusus untuk rapat-rapat pejabat.

Seperti yang dituturkan Heny, peluang berbisnis kuliner masih sangat terbuka. Tentu saja perlu kecerdikan dan keuletan untuk bisa bertahan. Belajar masak dari koki profesional hanya salah satu cara untuk memuaskan lidah dan perut konsumen.

Mendesain Coffee Shop

Salah satu bagian dalam proses membangun bisnis coffee shop adalah mendesainnya. Proses desain ini merupakan awal dari perwujudan bisnis Anda, dari bagaimana coffee shop akan terlihat dari dalam maupun luar, hingga menu apa yang Anda tawarkan. Seluruh aspek desain ini perlu Anda jabarkan di atas kertas, sehingga perencanaan Anda dapat ditangkap dengan jelas oleh investor dan kontraktor yang akan membangunnya. Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain coffee shop, simak tips dari Carl Hose, penulis dan kontributor Blue Review dan Writer’s Journal.

1. Pilih lokasi dimana coffee shop akan didirikan. Jika Anda tidak dapat langsung memilih lokasi, setidaknya gambarkan tipe lokasi yang Anda cari. Lokasi memang merupakan faktor penting, karena berhubungan dengan cara Anda mendesain eksterior dari coffee shop tersebut. Jika Anda tidak memiliki gambaran lokasi secara spesifik, Anda perlu mencari beberapa ide tentang dimana letak toko yang Anda inginkan.

2. Pertimbangkan warna dan elemen dekoratif yang meningkatkan suasana coffee shop. Misalnya, bagaimana dinding interior maupun eksterior dari toko Anda dicat dengan warna-warna kopi, dan didekorasi dengan lukisan-lukisan tangan bertema kopi. Cangkir kopi, sekantung kopi dengan biji kopi yang tumpah, serta mesin penggiling kopi, adalah ide-ide desain yang baik. Selain lukisan, Anda juga dapat menambahkan dekorasi ruangan dengan barang-barang bertema kopi, seperti mesin penggiling kopi yang antik, atau koleksi cangkir kopi. Ini hanya sekadar contoh saja. Anda bisa menambahkan apa saja sesuai selera Anda.

3. Buat sketsa untuk berbagai desain sebanyak yang Anda bisa, dengan penampilan dalam maupun luar bangunan coffee shop. Semakin baik Anda dapat menjabarkan sketsa tersebut, semakin efektif sketsa tersebut bagi kontraktor untuk melaksanakan kerja konstruksinya. Jika Anda tidak memiliki pengetahuan artistik untuk memindahkan desain Anda ke atas kertas, Anda perlu mempekerjakan seseorang untuk mengerjakan sketsa tersebut untuk Anda. Gambaran dari design plan ini akan membantu Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan selama tahap pembangunan. Anda juga perlu memperhatikan layout lantainya. Anda tentu ingin pengunjung dapat berjalan dengan nyaman tanpa menabrak meja pengunjung yang lain. Pertimbangkan pula furniture yang Anda gunakan. Yang pasti, Anda akan membutuhkan meja-kursi dan sudut-sudut yang nyaman bagi pengunjung untuk ngobrol sambil menikmati kopi. Stools dan meja-meja, beberapa sofa kecil, dan area untuk pengunjung yang membawa laptop adalah beberapa elemen desain yang praktis.

4. Buat desain menu dengan memikirkan apa keinginan pecinta kopi. Karena Anda mendesain coffee shop dari awal, tentu Anda juga harus mempertimbangkan item-item lain yang membantu kesuksesan coffee shop Anda kelak. Selain kopi segar yang baru dimasak, pastry, cake, atau sandwich dapat menjadi tambahan keuntungan pada menunya. Mendaftar menu yang disajikan di atas kertas, dan menemukan supplier yang cocok, adalah bagian dari proses desain yang dapat menghemat waktu dan uang Anda.

Tips Mulai Membuka Bisnis Makanan
Anda berniat membuka bisnis makanan? Ternyata syarat awalnya tidak susah. Anda harus menyukai makanan tersebut! Kemudian, tentu Anda harus jeli mengingat bagaimana suasana tempat makan yang membuat Anda nyaman. Berikut adalah sebagian tips yang dapat Anda ikuti.

1. Pilih makanan yang Anda kuasai resep dan cara pembuatannya.
2. Mulai dari yang sederhana dan mudah dikerjakan. Misalnya, jika ingin membuka restoran khas Jawa dengan menu pecel, belajarlah membuat bumbu pecel yang pas, baik rasa maupun kekentalannya.
3. Membuka bisnis makanan juga bisa dimulai dengan melakukan riset mengenai jenis makanan apa yang belum ada di kawasan tertentu. Dengan demikian, Anda tak memiliki kompetitor langsung di kawasan tersebut.
4. Bila Anda membuka restoran dengan menu yang sudah ada di kawasan tertentu, buat inovasi baru pada restoran Anda. Misalnya, jika restoran Anda menyajikan menu bebek, ciptakan menu bebek yang lain selain bebek goreng. Inovasi juga bisa ditampilkan dengan, misalnya, mengangkat menu “pinggir jalan” menjadi hidangan di restoran dengan pendingin udara.
5. Selalu perhatikan harga jual. Jangan terlalu mahal. Untung sedikit tak apa, yang penting pelanggan datang.
6. Selalu ramah kepada pembeli. Bila Anda dibantu tenaga tambahan, ajari mereka untuk bersikap ramah juga. Banyak restoran tutup hanya karena petugasnya memasang wajah judes, tidak ramah.
7. Memperhatikan dengan baik apa yang diminta pelanggan, termasuk jika ada pesanan khusus untuk makanannya (misalnya, jika pelanggan minta agar makanannya tidak terlalu pedas, tidak memakai seledri, dan lain-lain).
8. Kebersihan selalu nomor satu. Jangan jorok, jangan biarkan lalat beterbangan.
9. Bila pelanggan sudah makin bertambah, sebisa mungkin tambah jumlah pegawai Anda, supaya pelanggan dapat dilayani dengan cepat.
10. Jam buka dan tutup harus teratur. Ganti-ganti jam operasi akan membuat calon pelanggan bingung dan akhirnya malas datang lagi.

Selamat Berbisnis dan Semoga Sukses !

Bisnis Tour & Travel

Bisnis Tour & Travel – 0838.5628.3234

Prospek Bisnis di bidang usaha TOUR & TRAVEL masih sangat besar peluangnya, selama dunia pariwisata terus berkembang, usaha TOUR & TRAVEL masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat TOUR & TRAVEL dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat.

Saat ini bisnis travel menjadi salah satu pilihan bisnis yang sangat di minati oleh para pebisnis, di samping sangat menjajikan margin keuntungan yang besar, juga dapat di kelola secara rumahan atau profesional. Jadi dengan modal yang relatif kecil sudah bisa bertindak selayaknya travel agent besar.

Bisnis travel meliputi :

  • Bisnis tiket pesawat semua maskapai penerbangan
  • Booking hotel seluruh Indonesia
  • Booking penyewaan mobil dan shuttle transport
  • Tour dalam dan luar negeri
  • Umrah dan Haji

Sekarang Bisnis Tour & travel semakin mudah dengan adanya System Reservasi Online 24 Jam untuk:

  • Melihat jadwal keberangkatan
  • Melihat kursi yang tersedia
  • Melihat harga tiket
  • Mencari tiket promo
  • Booking tiket sendiri
  • Issued tiket sendiri
  • Print tiket sendiri
  • Harga Tiket Resmi Maskapai

Anda bisa membuka counter penjualan tiket dimana saja. Dari ACEH sampai PAPUA, walaupun anda berada dipelosok kampung sekalipun.
Anda boleh menggabungkannya dengan usaha lain seperti:

  • Hotel
  • Money Changer
  • Warnet / Wartel
  • Restoran
  • Courier dan Cargo
  • Counter HP dan Pulsa
  • Minimarket
  • Koperasi

Kendati usaha travel bermunculan seiring terbukanya akses antara Jakarta dan Bandung, tapi permintaan konsumen terhadap usaha tersebut terus bertambah bahkan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Sebabnya, aktivitas ekonomi antara kedua tempat tersebut terus tumbuh dan itulah yang menjadi penyebab semakin tingginya kebutuhan terhadap transportasi antara dua kota tersebut.

Demikian disampaikan Chief Business Development PT Cipaganti Citra Graha, Wahyudi Parulian kepada “Pikiran Rakyat” usai melakukan kunjungan ke Kantor Redaksi HU “Pikiran Rakyat”, Jln. Soekarno-Hatta No. 147, Kota Bandung, Kamis (2/5/13).

“Adanya pertumbuhan pada sektor properti di Bandung juga meningkatkan arus transportasi dari ibu kota negara dan berdampak pada pertumbuhan terhadap permintaan. Kami mengamati pertumbuhannya sebesar 10 – 20 persen,” katanya.

Menindaklanjuti pertumbuhan tersebut, maka perusahaan tersebut berencana untuk menambah armada pada tahun ini sebanyak 100 unit Toyota Hi Ace dengan nilai investasi sekitar Rp 40 miliar. “Penambahan armada sebanyak 100 unit kendaraan tersebut hanya untuk jalur antara Jakarta – Bandung saja,” katanya.

Ketika ditanyakan mengenai dampak kenaikan BBM terhadap usaha travel, Wahyudi mengatakan meski travel memiliki pelat kuning dan tidak terkena dampak langsung, tapi ada sektor yang mengalami kenaikan biaya. “Operasional terkait suku cadang diperkirakan akan naik 20 persen bila BBM dinaikkan. Sebabnya dari sisi distribusi pasti akan mengalami kenaikan, karena distribusi tidak dilakukan oleh kendaraan pelat kuning,” katanya.

Namun demikian, di sisi lain kenaikan BBM diperkirakan meningkatkan permintaan konsumen terhadap usaha travel. “Khusus untuk shuttle Jakarta – Bandung, meski harga tiket kami naikkan 10 persen sebagai upaya menambah pemasukan karena meningkatnya biaya operasional, konsumen tetap akan memilih travel. Sebabnya, biaya yang mesti dikeluarkan untuk bahan bakar mobil pribadi tetap jauh lebih tinggi dari tiket travel,” kata Wahyudi.

Memulai Bisnis Travel Peluang Untung Besar

Ternyata tidak banyak orang yang melakoni usaha travel, dikarenakan takut dengan resikonya. Contoh resikonya antara lain harus menjamin keselamatan penumpang, kerusakan kendaraan, hingga kecelakaan. Karena resiko itu prosentase orang yang berminat terjun ke bisnis travel ini sangat jarang.

Tips sukses memulai usaha Bisnis Travel :

  1. Untuk mendirikan sebuah travel yang paling dituntut adalah kreatifitas dan keberanian dalam berekspansi. Juga harus mempunyai kendaraan, namun yang paling penting adalah harus mempunyai sebuah CV dan PT yang telah memiliki ijin usaha secara resmi dan legal.
  2. Jika belum memiliki cukup modal untuk membeli kendaraan, solusi tanpa modal ini adalah cukup meminjam atau menyewa dari rental atau dari teman dekat. Pilih kendaraan yang benar-benar dalam kondisi ideal dan fit. Agar usaha ini tidak berakhir dengan mogoknya kendaraan.
  3. Asuransikan semua kendaraan yang menjadi armada travel agar jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka hal ini tidak memberatkan.
  4. Kembangkan strategi pemasaran dengan menawarkan berbagai paket kemudahan, misalnya dengan menawarkan paket wisata atau paket perjalanan antar kota.
  5. Pilihlah sopir yang mempunyai SIM yang berlicensi sehingga kita dapat mempercayai mereka sekaligus juga memberikan kenyamanan kepada pelanggan dalam berkendara.
  6. Promosikan secara gencar peluang usaha travel Anda melalui website, jejaring sosial, banner, iklan di berbagai media, dan lain-lain. Semakin gencar melakukan promosi semakin besar peluang untuk mendapatkan pelanggan.

 

Bisnis Online (Internet Marketing)

Rahasia Sukses Dan Kaya Dari Internet

Banyak orang yang bermimpi ingin menjadi kaya dari internet, hal ini bukanlah mustahil tapi bisa di realisasikan dengan ketekunan dan kerja keras. Namun untuk mengetahui rahasia sukses berbisnis online perlu langsung praktek sambil belajar dan bukan hanya teori belaka.

Banyak pebisnis online pemula yang jatuh berguguran satu persatu karena kurangnya ilmu tentang internet marketing yang dikuasai.

Jika anda ingin sukses di bisnis online, maka anda harus serius menjalankannya, jangan dibuat iseng karena sudah pasti anda tidak akan sukses, yang penting harus fokus !…fokus !…dan fokus !

Tahap yang harus dilakukan untuk memulai berbisnis online diantaranya :

1. Tentukan ide, kira-kira produk apa yang akan anda promosikan.

2. Lakukan riset utk mencari kata kunci yang benar-benar banyak dicari orang dan cek berapa jumlah pesaingnya melalui google-keyword-tool dan lihat negara mana yang paling banyak mencarinya ( bisa dilihat melalui www.google.com/trends ), hal ini agar promosi yang akan anda lakukan menjadi lebih tertarget.

3. Setelah mereset keyword, maka selanjutnya segera cari konten untuk pembuatan artikel, foto,video dan audio yang berhubungan dengan produk yang akan anda promosikan.

4. Jika konten sudah anda kumpulkan, selanjutnya cari produk yang akan dijual baik produk milik sendiri ataupun milik orang lain ( Afiliasi )

5. Kemudian sewa domain dan hosting untuk buat situs / website sedehana atau landing page dan lakukan optimasi seo agar website anda bisa nongkrong di deretan 5 halaman atas.

Apa itu SEO?

SEO adalah cara agar website dapat berada di halaman pertama search engine seperti contohnya halaman google, ask, yahoo, bing dan sebagainya.

Kenapa? Karena biasanya calon pelanggan dalam mencari produk yang mereka inginkan, mereka akan mulai mencari melalui search engine dengan cara mengetikan kata kunci tertentu. Untuk itu penting untuk kita mempelajari teknik SEO.

Untuk optimasi SEO memang tidak mudah dan memerlukan waktu yang agak lama tergantung dari kepintaran anda nantinya. Tapi jika anda ingin cepat menghasilkan income dollar, maka anda bisa melakukannya dengan cara memasang iklan via PPC adwords dan ppc lokal lainnya, cara ini memang perlu sedikit pengorbanan, tapi jika anda mau bersabar anda bisa lakukan dengan cara SEO.

6. Segera promosikan website anda untuk mulai mendulang dollar
Jika anda ingin menekuni ilmu SEO, anda bisa mempelajarinya di Komunitas Bisnis Surabaya 0838.5628.3234

TOKO ONLINE

Saat ini yang sedang marak di dunia usaha baik itu usaha kecil, menengah maupun besar yang berlomba-lomba untuk membuat toko online. Banyak perusahaan yang sudah menggunakan strategi ini sebagai salah satu senjata utama untuk pemasaran produk mereka.

Mereka meyakini bahwa strategi pemasaran melalui toko online adalah strategi yang jitu dan prospektif karena jumlah orang yang mengakses internet semakin hari semakin bertambah dan menunjukkan gejala peningkatan pemakain yang signifikan.

Hal ini membuat perusahan baik mikro maupun makro memanfaatkannya untuk meningkatkan peluang bisnis mereka mendapatkan konsumen. Lalu yang jadi pertanyaan apa itu toko online? Kita lihat dari suku katanya yaitu terdiri 2 kata “toko” dan kata “online”.

Menurut wikipedia bahwa toko adalah Sebuah tempat tertutup yang di dalamnya terjadi kegiatan perdagangan dengan jenis benda atau barang yang khusus, misalnya toko buku, toko buah, dan sebagainya.

Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah toko berarti sebuah tempat permanen untuk menjual barang-barang (baju, makanan dan sebagainya). Sedangkan dalam dunia IT mendefinisikan online sebagai terhubung, terkoneksi, aktif dan siap untuk operasi, dapat berkomunikasi dengan atau dikontrol oleh komputer. Selain itu bisa juga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online artinya dalam jaringan atau disingkat daring.

Jadi kesimpulannya, toko online adalah suatu tempat dimana kita dapat menjual produk dan pembeli dapat memesan produk sehingga terjadi transaksi jual-beli yang dilakukan melalui computer yang terhubung dan terkoneksi dengan internet.

Tiga langkah untuk memulai bisnis online adalah:

  1. Produk
  2. Situs web
  3. Promosi

Apa saja kelebihan toko on line hingga banyak yang menggunakannya sebagai tempat usaha:

1. Memberikan kemudahan bila ada calon pembeli yang ingin mengetahui informasi tentang produk yang kita tawarkan. Calon pembeli akan lebih leluasa memilih dan mencari produk yang mereka inginkan. Mereka tidak perlu bedesak-desakan dengan pembeli lain karena toko on line dapat diakses bersama-sama.

2. Biaya pembuatan toko on line tidak sebesar pembuatan toko secara fisik. Jadi, secara ekonomi lebih hemat biaya. Selain itu tidak diperlukan lagi biaya untuk keperluan tambahan seperti kebesihan, keamanan dan sebagainya yang berkaitan dengan keperluan fisik.

3. Kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengawasi toko on line atau tidak perlu menyewa seseorang untuk menjaga toko online kita. Kenapa demikian? karena melalui toko on line, kita dapat memasang informasi tentang produk kita secara otomatis bahkan pemesanan juga otomatis.

4. transaksi pembelian bisa melalui pemesanan dan negoisasi bisa dilakukan melalui contact person, email, jejaring sosial atau chat. Dengan begitu lebih cepat dan praktis serta menghemat waktu. Dimanapun kita atau pembeli berada, kita bisa melakukan komunikasi dengan cepat dan mudah.

5. Melalui toko online, produk kita bisa menjangkau daerah-daerah yang lebih luas dan calon pembeli dapat mengaksesnya kapan saja karena toko online akan aktif selama 24 jam. Ini memberikan peluang kita untuk memperkenalkan produk kita ke beberapa tempat dan makin banyak calon pembeli yang dapat kita saring.

6. Kita tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk promosi menggunakan cara-cara lama seperti brosur, pamflet atau pasang iklan di pinggir-pinggir jalan. Toko online secara tidak langsung sudah menjadi bagian dari promosi. Selain itu ruang lingkup promosi kita juga lebih luas, kita bisa hubungkan dengan jejaring sosial milik kita maupun maupun forum-forum atau bisa juga bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan produk yang kita tawarkan.

7. Dalam Toko Online kita bisa menampilakan isi dari toko online kita dengan dukungan fasilitas multimedia seperti gambar, video, atau slide.Selain itu ada juga fasilitas pendukung misalnya kita bisa mengetahui berapa banyak jumlah pengunjung setiap hari, kita juga bisa menyediakan tempat untuk komentar pengunjung, kita juga bisa menampilkan produk terkini dan masih banyak lagi.

Dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki toko online, tentunya ini menambah presentase kemungkinan dalam perkembangan usaha kita. Ada peluang terbuka lebar yang amat sayang bila kita lewatkan. Untuk itu mulailah dari sekarang untuk mempertimbangkan membuka usaha atau toko melalui intrenet atau kita sebut dengan toko online.

Keuntungan Toko Online

Toko online merupakan fenomena yang sangat menarik saat ini. Hal ini dikarenakan bisnis dengan menggunakan toko online memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan toko konvensional baik ditinjau dari segi efektifitas maupun efisiensi. Berikut ini beberapa keuntungan berbisnis dengan menggunakan toko online :

Target market yang sangat luas, tidak hanya konsumen dalam negeri tetapi juga luar negeri. Dengan kata lain target marketnya tidak terbatas ke seluruh dunia.

Hemat biaya. Dengan menggunakan toko online Anda bisa memangkas biaya karyawan maupun penyewaan tempat/kantor.
Informasi yang disampaikan bisa lebih banyak sehingga konsumen dapat memperoleh gambaran yang lebih baik tentang produk/jasa yang Anda tawarkan.

Strategi pemasaran toko online yang bisa dibilang efektif dan efisien:

Strategi pemasaran melalui website atau blog Ini merupkan strategi yang paling sering digunakan karena dengan kita memiliki sebuah website atau secara tidak langsung produk kita dapat lebih mudah dikenal oleh calon pelanggan. Mereka bisa melihat produk yang kita tawarkan setiap saat dan entah dimanapun mereka berada.

Srategi toko on line dengan mengoptimalkan website. Bagaimana caranya?

  • Yaitu dengan teknik SEO, seperti yang telah dijelaskan di atas
  • Memanfaatkan jejaring sosial Jejaring sosial merupakan sesuatu yang sedang booming untuk beberapa tahun terakhir ini. Hal ini bisa kita lihat betapa banyaknya pengguna jejaring sosial dari tahun ke tahun.

Kita perhatikan saja facebook yang penggunanya diperkirakan mencapai jutaan bahkan bisa milyaran, belum lagi twitter dan muncul juga jejaring-jejaring sosial buatan lokal seperti contohnya salingsapa. Jadi,untuk itu menawarkan produk melalui jejaring sosial sangat efektif untuk saat ini.

Pemasaran melalui email Selain website dan jejaring sosial, kita juga bisa menggunakan email. kenapa? Karena bila kita menggunakan email, tujuan promosikita itu lebih tepat sasaran dan peluang kita untuk mendapatkan calon pembeli juga lebih besar.

Bergabung dengan Komunitas atau forum Didalam komunitas atau forum biasanya akan berkumpul banyak orang yang meiliki kesukaan atau minat yang sama. Nah hal ini bisa kita manfaatkan, dengan bergabung dengan komunitas atau forum yang sesuai dengan produk yang kita jual, kita bisa melakukan promosi secara tertarget.

Promosi Dengan Iklan Baris Ada 2 cara yang bisa kita lakukan yaitu Promosi dengan iklan baris gratis atau berbayar. Kalau anggaran kita kurang, kita bisa menggunakan yang gratis tapi kalau berlebih bisa menggunakan berbayar.

Apa bedanya? Kalau iklan baris yang berbayar akan lebih diprioritaskan untuk tampil di web-web penting dibandingkan iklan baris yang gratis.

Contohnya google adword, kita bisa membuat iklan baris kita tampil di halaman google. Dengan cara ini membuat jangkauan promosi kita menjadi lebih luas.

Review Produk Review produk merupakan penjelasan tentang produk yang kita jual. Dengan memberikan penjelasan yang baik, jujur dan mudah dipahami. Maka calon pembeli akan tertarik untuk memesan produk yang kita tawarkan.

Perbedaan Website Gratis dan Website Berbayar

Sebagian orang dimanjakan dengan website yang gratis, mudah dan gak pakai lama, dan sebagian orang lagi merelakan dirinya merogoh kantong dalam-dalam untuk membayar biaya tahunan domain dan hosting serta direpotkan dengan urusan teknis lainnya. Bahkan sering menggunakan jasa-jasa prefesional dalam bidang website.

Mengapa dan apa perbedaan sebenarnya website gratis dengan berbayar? 

Dari awal sudah kita ketahui kalau website gratis yaitu website yang dibuat tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun bahkan tanpa direpotkan dengan urusan teknis pengelolaan, sedangkan website berbayar yaitu website yang dibuat dengan biaya khusus bahkan kadang tidak tergolong murah karena menggunakan jasa prefesional dalam bidang website. Website berbayar memerlukan pengetahuan lebih dalam hal teknis pengelolaannya.

Mari kita lihat ragam perbedaan kedua jenis website ini :

Website Gratis

Beberapa hal yang sebaiknya anda ketahui jika memiliki website gratis adalah : Website gratis disediakan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang internet seperti : www.wordpress.com, www.blogspot.com (Google), www.hpage.com, www.imcreator.com, www.yola.com, www.webstarts.com, www.ucoz.com

Untuk memiliki website gratis anda hanya perlu modal email dan pengetahuan umum cara menggunakan browser serta cara-cara mengisi formulir pendaftaran Setelah mendaftar anda bisa memiliki sebuah alamat web sesuai keinginan yang berada dibawah alamat domain utama seperti http://happytjahyono.wordpress.com atau http://happy-tjahyono.blogspot.com.

Anda diberikan fasilitas untuk mengelola tampilan secara instan, dan disediakan ruang untuk menulis artikel atau informasi yang ingin anda publikasikan diinternet. Anda diberikan ruang penyimpanan tak terbatas, dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditentukan oleh penyedia Web anda dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang bisa digunakan untuk mempermudah pengelolaan dan monitoring perkembangan publikasi diinternet serta fasilitas berkomunikasi dengan pengunjung.

Halaman web anda akan otomatis ter-index oleh mesin pencari walaupun kadang sedikit lama. Pada dasarnya jika tujuan anda hanya untuk mempublikasikan artikel, produk maupun gambar, dan tidak terlalu penting untuk anda, layanan website gratis ini sangat ideal dijadikan pilihan.
Yang perlu anda ketahui dan sadari jika mempunyai website gratis adalah :

Website anda bergantung kepada kebijakan perusahaan penyedia, yang artinya jika suatu saat layanan tersebut harus berbayar maka untuk melanjutkanya anda harus mengikuti aturan tersebut. Jika website anda terhapus, dihapus ataupun hilang, berubah ataupun dirubah, anda tidak bisa menuntut siapa-siapa.

Website anda bisa dinilai kurang serius karena menggunakan gratisan Anda tidak berhak mengetahui secara mendalam apa yang terjadi terhadap informasi yang anda simpan dalam website gratisan tersebut Untuk keperluan bisnis atau membangun image perusahaan maupun lembaga, website jenis ini sangat tidak dianjurkan karena kurang memenuhi kriteria.

Website Berbayar Ada beberapa perbedaan yang mungkin akan membuat anda berfikir positif bahwa memang yang berbayar akan lebih ideal dipilih jika anda serius ingin memiliki website, apa saja ?

Anda harus mengeluarkan biaya untuk berlangganan alamat website (domain) dan hosting (tempat penyimpanan) Anda akan memiliki domain sesuai keinginan misal : www.komunitasbisnissurabaya.com atau www.smartmultisolution.com dengan banyak pilihan lainya seperti .org, .net, .info, .ac.id, .web.id dll. Anda akan memiliki email sendiri sesuai domain anda misal : happytjahyono@komunitasbisnissurabaya.com atau mac@smartmultisolution .com

Anda bisa memilih jenis aplikasi pengelola web apa saja (CMS – Conten Management System) yang anda sukai dan sudah tersedia dalam hosting. Tentunya ini akan bisa digunakan untuk banyak keperluan seperti profil perusahaan, toko online, komunitas dll.
Anda memiliki akses penuh dalam mengelola file, email, database, gambar dan semuanya yang ada dalam website walaupun ada batasan-batasan khusus seperti pembatasan ruang penyimpanan dan jumlah pemakaian lalu lintas data (bandwidth).

Untuk website jenis ini sebaiknya pengelola mengetahui hal-hal teknis seperti manajemen file hosting seperti Upload, konfigurasi server, installasi perangkat lunak (CMS), optimalisai web (SEO – Search Engine Optimization), mengenal istilah-istilah dalam web dll.

Anda disediakan fasilitas backup dan restore file jika suatu waktu terjadi kerusakan atau kesalahan dengan website anda. Anda bisa menuntut pihak penyedia hosting jika terjadi kerusakan atau ada layanan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah anda bayar.

Tentunya dengan penggunaan layanan berbayar anda bisa membangun usaha dan image perusahaan ataupun lembaga lebih baik. Jika anda ingin lebih serius dalam membangun website, memanfaatkan website untuk usaha bisnis, memberikan layanan publik, media informasi resmi perusahaan atau lembaga, lebih saya sarankan menggunakan website berbayar.

Semoga bermanfaat

~ kunci bisnis online

Bisnis Property

Bagaimana Sukses dan Kaya Dengan Jadi Broker Properti

Banyak orang hebat lahir dari properti, salah satu contoh yang kita kenal adalah Ciputra dengan beberapa perusahaannya adalah Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group.

Sekarang, mungkin Anda heran, bagaimana kita bisa menjadi kaya dengan cara yang hebat dan mudah? Jawabanya, menjadi Broker Properti. Nama Indonesia-nya sih biasanya: MAKELAR PROPERTI.

Berikut adalah tulisan tentang broker properti oleh safir senduk di media Nova tentang Bagaimana sukses dan kaya dengan jadi broker properti.

Apa kehebatannya jadi Broker Properti?

Relatif Enggak Pake Modal
Pernah tahu nggak berapa modal yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah toko roti? Sekitar Rp 40 juta. Kalau buka toko kelontong: Rp 60 juta – 150 juta. Nah, sekarang berapa sih modal yang Anda butuhkan untuk menjadi seorang Broker Properti?

Pada beberapa kantor mungkin enggak perlu modal. Tapi di beberapa kantor lain, ada yang mensyaratkan sedikit investasi awal untuk pendidikan dan keperluan kantor, yaitu sekitar Rp 1-2 juta. Enggak mahal sih kalau dibandingkan dengan modal buka toko roti dan toko kelontong.

Meski Anda bukan pemilik usaha ini, tapi profesi Anda Anda sebagai seorang profesional. Jadi kekayaan ilmu sebagai broker jauh lebih mahal dibandingkan dengan pemilik toko-toko tersebut.

Tidak Terikat Waktu
Pernah nggak membayangkan kalau Anda bisa masuk dan pulang kantor kapan? Bahkan dengan kebebasan untuk bisa masuk kantor kapan saja kita perlu dan kapan saja kita butuh? Nah, ini enaknya jadi Broker Properti.

Pada bisnis ini, Anda tidak akan pernah diikat oleh waktu. Memang sih pada beberapa kantor broker Anda mendapat jatah waktu piket untuk sekadar jaga kantor. Tapi itu juga enggak mutlak kok. Kalau enggak mau juga nggak masalah.

Yang penting dari bisnis ini adalah produktivitas kita untuk dapat mencari barang jualan, dalam hal ini berarti properti yang akan dijual seperti tanah, rumah, ruko atau apartemen.

Selain barang jualan, kita juga perlu untuk mendapatkan pembeli. Nah kalau kedua hal tersebut bisa kita lakukan, enggak ke kantor juga enggak masalah kok. Jadi kalau kita mau kerja sambil bisa tetap menjemput anak ke sekolah, tetap bisa nonton gosip atau telenovela, dan nggak akan kena macet di pagi hari, maka menjadi Broker Properti adalah pekerjaan yang pas buat Anda.

Penghasilan yang Adil dan Tinggi
Pernah enggak ngerasain sudah kerja berat tapi gaji enggak nambah-nambah? Malah kadang merasa rugi karena temen yang kerjaannya lebih rnggak jelas kok bisa dapat gaji. Lebih tinggi lagi. Enggak adil kan rasanya?

Nah, di bisnis ini tidak seperti itu. Memang sih, sebagai seorang broker properti, di atas kita pasti ada seorang leader atau senior. Tapi mereka biasanya tidak mendapatkan gaji dari pendapatan kita. Kecuali kalau Anda meminta bantuan mereka atau mendapatkan prospek yang mereka pegang.

Berapa penghasilan seorang broker?
Dalam bisnis ini biasanya penerimaan yang didapat adalah berdasarkan persentase komisi. Pada beberapa kantor, komisi diperoleh dari penjual. Tapi ada juga broker yang mensyaratkan agar pembeli juga memberikan komisi. Apa enggak asyik tuh bisa dapat dari dua pihak? Memang berapa besar sih komisinya? Rata-rata sih sekitar 1.5% – 3% dari harga transaksi. Makin besar harga properti yang terjual mungkin bisa makin kecil prosentase komisinya. Jadi kecil dong?

Enggak juga. Kalau Anda bisa menjual rumah real estate yang seharga Rp 1,5 miliar, komisi 1% saja yang Anda dapatkan adalah Rp 15 juta. Bayangkan kalau Anda berhasil menjual rumah yang ditawarkan dengan harga Rp 3 miliar. Menggiurkan kan?

Banyak Relasi
Pekerjaan ini juga tepat lo untuk mereka yang senang bergaul dan bersosialisasi. Pada intinya pekerjaan ini hanya butuh banyak teman dan relasi. Makin banyak teman dan relasi maka makin mudah pekerjaan ini dilakukan. Adanya kekuatan relasi juga membuat Anda dapat dengan mudah berperan sebagai penghubung antara pihak pembeli dan penjual. Bahkan banyaknya relasi dapat membuat Anda bisa mendapatkan komisi tanpa harus menjadi broker. Lho, kok bisa?

Begini caranya: Kalau teman Anda memiliki prospek yang ingin menjual rumah dan Anda memiliki prospek yang ingin membeli rumah yang kriterianya sesuai dengan kriteria penjual maka komisi yang diterima oleh teman Anda akan dibagi dua. Begitu pula sebaliknya. Gimana, asyik kan? Dimana lagi cuma dengan berteman bisa dapat uang? Ya enggak?

Ya, bekerja sebagai broker memang kayanya gampang dan menyenangkan. Tapi seperti juga pekerjaan-pekerjaan lainnya, profesi ini juga menuntut kita untuk tetap bekerja keras dan berdisiplin tinggi.

Mengingat penghasilan yang berupa komisi, maka makin banyak penjualan yang dilakukan maka akan makin tinggi pula komisi yang diperoleh.

Jadi, kenapa Anda tidak mencoba untuk memulainya sekarang dengan bergabung di Komunitas Bisnis Surabaya? walau baru tapi asyik untuk kita mulai belajar.

~ cheriatna